Teo Borenstein mencuri perhatian di sesi kualifikasi Formula 4 Italia di Sirkuit Misano. Pembalap Jenzer Motorsport itu tampil luar biasa di tengah hujan deras, mengamankan pole position untuk putaran kedua dari terakhir musim ini.
Borenstein, yang saat ini berada di peringkat 36 klasemen, memanfaatkan kondisi lintasan yang mulai mengering. Ia sempat memimpin di pertengahan sesi kedua, lalu terus memperbaiki catatan waktunya. Lap terbaiknya, 1 menit 54,172 detik, unggul 0,481 detik dari Ary Bansal (US Racing) yang sebelumnya memimpin sesi pertama.
Sesi pertama diguyur hujan lebat. Thomas Bearman (Van Amersfoort Racing) menjadi salah satu yang pertama mencatatkan waktu kompetitif, sebelum Bansal menjadi yang pertama menembus 1 menit 54 detik. Persaingan ketat terjadi antara Bansal dan Christian Costoya (McLaren junior). Costoya sempat tercepat dengan 1 menit 54,745 detik, namun Bansal merespons di lap terakhirnya untuk merebut kembali posisi teratas dengan selisih 0,047 detik. Bearman finis ketiga, diikuti Noah Killion (US Racing), Elia Weiss (Jenzer), dan Ludovico Busso (US Racing).

Kenzo Craigie (Mercedes junior) harus puas di posisi ketujuh, terpaut 0,843 detik. Sementara pemimpin klasemen, Luca Sammalisto (US Racing), yang hanya butuh 28 poin untuk mengunci gelar akhir pekan ini, harus puas di posisi 18. Ia kesulitan beradaptasi dengan mobil dan kondisi lintasan yang berubah-ubah.
Di sesi kedua, lintasan sedikit lebih kering namun tetap tidak konsisten. Borenstein langsung mengambil alih pimpinan dan terus meningkatkan catatan waktunya seiring meningkatnya grip. Florentin Hattemer (Trident) mencetak tiga lap di bawah 1 menit 55 detik, namun tetap kalah 0,5 detik dari Borenstein. Alp Aksoy (Prema) ketiga, diikuti Edward Robinson (US Racing) dan Jensen Burnett (R-ace GP).
David Cosma-Cristofor (Prema), penantang terdekat Sammalisto dengan defisit 99 poin, juga kesulitan. Ia baru bisa menembus 1 menit 55 detik di lap terakhirnya dan finis ke-16 di grupnya. Akibatnya, ia akan start dari baris ke-11, satu baris lebih baik dari Sammalisto. Keduanya harus bekerja keras di sirkuit Adriatik yang sempit, dengan kondisi cuaca yang diperkirakan lebih cerah akhir pekan ini.
Rekan setim Cosma-Cristofor di R-ace GP, Andy Consani, bahkan lebih jauh tertinggal, satu persepuluh detik dan tiga posisi di belakang Cosma-Cristofor. Usai sesi, Borenstein mengaku kondisi sulit. "Kondisi sangat sulit, zona pengereman menantang. Lintasan perlahan mengering, dan saya harus beradaptasi setiap lap," ujarnya. Meski mengakui faktor cuaca berperan, ia memuji setelan tim Jenzer. "Mobilnya luar biasa dan kami berhasil meraih pole. Saya suka kondisi basah, tapi bahkan dalam kondisi seperti ini, semuanya bekerja dengan baik. Saya akan berusaha maksimal. Targetnya mempertahankan keunggulan hingga Tikungan 1," tambahnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!