SPONSORED

Baku F1: Top 3 Defend Colapinto Usai Kritik Pedas Norris

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Baku F1: Top 3 Defend Colapinto Usai Kritik Pedas Norris
TO NEWS OVERVIEW
Baku F1: Top 3 Defend Colapinto Usai Kritik Pedas Norris

Insiden restart Safety Car di Grand Prix Azerbaijan 2025 masih menyisakan panas. Franco Colapinto menjadi pusat kontroversi setelah lock up di Tikungan 1 yang memicu reaksi berantai dan menyingkirkan Lando Norris, Pierre Gasly, serta dirinya sendiri dari balapan. Norris, yang gagal finis, melontarkan kritik pedas dan menyerukan sanksi lebih keras dari FIA, termasuk larangan balapan. Namun, tiga pembalap teratas—George Russell, Max Verstappen, dan Isack Hadjar—justru membela Colapinto dan menilai insiden itu sebagai kesalahan kecil, bukan aksi sembrono.

Kritik Pedas Norris dan Seruan Sanksi

Kekecewaan Norris memuncak setelah balapan. Ia menyebut insiden itu sebagai "tindakan yang tidak seharusnya ada di Formula 1" dan meminta FIA bersikap lebih tegas. "FIA harus lebih keras dengan mulai memberikan larangan balapan untuk hal seperti ini," ujarnya. Pernyataan Norris langsung menjadi sorotan, mengingat statusnya sebagai juara dunia bertahan. FIA kemudian mengonfirmasi bahwa Colapinto akan menjalani penalti turun lima posisi di balapan berikutnya karena tidak menyelesaikan penalti waktu 10 detik saat balapan.

Namun, tidak semua pembalap setuju dengan sikap Norris. Russell, yang memenangi balapan, menekankan betapa sulitnya mengendalikan mobil saat restart dengan ban dingin dan cengkeraman minim. "Kesalahan kecil bisa berdampak besar," jelasnya. Verstappen, yang finis kedua, menambahkan bahwa faktor kondisi harus diperhitungkan. "Kesalahan kecil atau salah perhitungan, Anda lock up, di sisi dalam, cengkeraman rendah. Itu bisa terjadi pada siapa saja," ujar juara dunia empat kali itu. Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab dan permintaan maaf, serta menilai larangan balapan terlalu berlebihan.

Alpine Weigh Benching Colapinto for Malaysia, Who Could Replace?
Read AlsoAlpine Weigh Benching Colapinto for Malaysia, Who Could Replace?

Hadjar, yang melengkapi podium, menyoroti karakteristik sirkuit Baku yang sempit dan menantang. Menurutnya, insiden seperti itu sering terjadi di trek jalan raya dan bukan alasan untuk memberikan hukuman berat. "Ini Baku, trek jalanan, dan hal seperti ini bisa terjadi," katanya. Pernyataan ketiganya menunjukkan solidaritas di antara para pembalap bahwa kecelakaan itu murni kesalahan manusia, bukan niat buruk.

ADVERTISEMENT

Insiden ini juga memicu diskusi tentang standar restart Safety Car di F1. Banyak yang berpendapat bahwa FIA perlu meninjau ulang prosedur restart untuk mengurangi risiko, terutama di sirkuit jalan raya. Namun, tidak ada indikasi bahwa FIA akan mengubah aturan dalam waktu dekat. Colapinto sendiri belum memberikan komentar resmi, tetapi ia dijadwalkan akan memberikan pernyataannya menjelang balapan berikutnya.

Dampak dari insiden ini juga terasa pada klasemen pembalap. Norris kehilangan poin berharga yang bisa memperkuat posisinya di puncak. Sementara itu, Russell dan Verstappen memanfaatkan situasi untuk memperkecil jarak. Dengan balapan yang tersisa, persaingan gelar semakin ketat, dan setiap insiden bisa menjadi penentu.

Di sisi lain, Colapinto kini berada di bawah tekanan besar. Penalti turun lima posisi akan membuatnya kesulitan bersaing di balapan berikutnya. Namun, dukungan dari rekan-rekannya menunjukkan bahwa ia tidak sendirian. Insiden ini menjadi pengingat bahwa balapan F1 penuh dengan risiko, dan bahkan pembalap terbaik pun bisa membuat kesalahan.

ADVERTISEMENT

Apakah kritik Norris akan mempengaruhi hubungannya dengan pembalap lain? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, drama di Baku belum berakhir, dan mata semua orang akan tertuju pada Colapinto di balapan berikutnya.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU