Francesco Bagnaia mengakhiri GP Inggris dengan cara yang paling pahit. Pebalap Ducati Lenovo itu terjatuh di tikungan Luffield pada lap ketujuh dan harus puas dengan dua hasil nol besar di Silverstone.
Start yang buruk membuat Francesco Bagnaia kembali terperangkap di posisi bawah. Ia sempat berduel dengan Toprak Razgatlioglu dan Pol Espargaro sebelum akhirnya kehilangan kendali motor di tikungan cepat tersebut. Momen jatuhnya terjadi tanpa peringatan, dan raut wajah Bagnaia saat bangkit menggambarkan betapa tidak percaya dirinya dengan insiden itu.
Ini menjadi akhir pekan yang sangat berat bagi juara dunia dua kali MotoGP itu. Sejak Jumat, ia sudah kesulitan. Gagal menembus Q2 dan hanya finis di posisi belakang pada Sprint Race membuat tekanan semakin besar. Masalah utama yang ia keluhkan adalah kurangnya grip dan kesulitan saat menikung, yang membuatnya tidak pernah bisa tampil kompetitif sepanjang akhir pekan.

Bagnaia tidak mencari-cari alasan. Ia mengakui bahwa pemulihan dari operasi lengan kanan belum berjalan secepat yang ia harapkan, dan hal itu jelas memengaruhi performanya di atas Ducati. Namun, ia tetap berusaha tampil profesional dan tidak menyalahkan kondisi fisiknya sebagai satu-satunya penyebab.
Dengan dua balapan tanpa poin di Silverstone, posisi Bagnaia di klasemen semakin terancam. Ia kini harus berpikir keras untuk bangkit di seri berikutnya, sementara rival-rivalnya semakin percaya diri. Akhir pekan yang buruk ini bisa menjadi titik balik, atau justru awal dari masalah yang lebih besar dalam perburuan gelar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!