Pecco Bagnaia mengakui Ducati Lenovo Team sedang mengalami masa sulit jelang Grand Prix Prancis MotoGP di Le Mans setelah performa motor Desmosedici GP gagal memenuhi ekspektasi pada awal musim 2026.
Juara dunia ganda MotoGP tersebut secara terbuka menjelaskan Ducati kini menghadapi masalah besar pada fase pengereman, terutama terkait karakter motor yang terlalu “nervous” dan sulit diprediksi saat memasuki tikungan.
Situasi tersebut menjadi salah satu penyebab Ducati hanya meraih tiga kemenangan dari delapan balapan awal musim, termasuk dua Sprint Race. Lebih mengkhawatirkan lagi, tim pabrikan Ducati bersama Marc Marquez dan Bagnaia masih belum meraih podium grand prix utama musim ini.

“Ini adalah periode yang cukup sulit bagi Ducati secara umum,” ujar Bagnaia kepada Sky Italia.
Dari sisi teknis, Bagnaia menjelaskan karakter pengereman Desmosedici GP saat ini sangat berbeda dibanding motor Ducati generasi sebelumnya yang terkenal stabil ketika melakukan hard braking. Menurutnya, motor sekarang jauh lebih sensitif terhadap input pembalap dan membutuhkan presisi ekstrem untuk menjaga kestabilan.
Bagnaia bahkan mengaitkan masalah tersebut dengan crash yang dialaminya di Jerez. Ia merasa motor bergerak terlalu agresif saat memasuki tikungan sehingga membatasi kemampuannya memaksimalkan gaya balap yang selama ini menjadi kekuatan utama Ducati.
“Motor ini sangat nervous saat pengereman dan banyak bergerak,” jelas Bagnaia.
Menariknya, Bagnaia mengaku secara feeling sebenarnya ia merasa lebih nyaman dengan front-end motor musim ini dibanding sebelumnya. Namun peningkatan feeling tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi performa konsisten akibat keseimbangan motor yang belum optimal.
Di tengah kesulitan tersebut, Ducati sempat melihat arah positif dari tes Jerez setelah mencoba pengembangan aerodinamika baru. Paket aero terbaru disebut membantu karakter cornering motor, terutama pada tikungan cepat yang selama ini menjadi kelemahan Bagnaia.
Namun Ducati kemungkinan belum akan menggunakan paket tersebut di Le Mans. Bagnaia mengungkap jumlah unit aero baru masih sangat terbatas dan tim tidak ingin mengambil risiko kerusakan apabila balapan berlangsung dalam kondisi cuaca campuran.
Barcelona diperkirakan menjadi target utama debut paket aerodinamika baru karena karakter sirkuit Catalunya dianggap jauh lebih sensitif terhadap efisiensi aero dibanding Le Mans.
Meski sedang berada dalam situasi sulit dan hanya menempati posisi kesembilan klasemen dunia, Bagnaia tetap yakin Ducati masih memiliki potensi untuk kembali bersaing di barisan depan jika keseimbangan motor berhasil ditemukan.
Dengan Ducati masih mencari solusi terhadap karakter pengereman Desmosedici GP dan tekanan klasemen mulai meningkat, Grand Prix Prancis kini menjadi salah satu akhir pekan paling penting dalam menentukan apakah tim Italia tersebut mampu keluar dari krisis performa awal MotoGP 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!