Spekulasi panjang akhirnya terjawab setelah juara dunia Formula 1 Fernando Alonso dipastikan memperpanjang masa baktinya dan mendapat lampu hijau untuk kembali menaklukkan gurun pasir. Dilansir dari Autosport, kesepakatan krusial ini telah tercapai sejak Agustus lalu, di mana sang pembalap asal Spanyol tidak hanya mengamankan kursi Formula 1 bersama Aston Martin hingga 2027, tetapi juga meyakinkan pabrikan asal Inggris tersebut untuk memberikan dukungan penuh pada proyek ambisiusnya di ajang Reli Dakar.
Kabar kepastian ini sempat memicu teka-teki ketika akhir pekan lalu Fernando Alonso melontarkan pernyataan misterius mengenai kejutan besar yang akan segera terungkap dalam beberapa pekan ke depan. Banyak pihak sempat berspekulasi bahwa sang juara dunia tengah merencanakan kejuaraan balap GT bersama Max Verstappen, namun kenyataannya ia memilih untuk kembali menghadapi keganasan medan reli gurun yang pernah ia jajal bersama Toyota pada edisi 2020 dengan finis di posisi ke-13.
Langkah berani ini mencerminkan karakter Fernando Alonso yang selalu mendambakan tantangan di luar zona nyaman Formula 1, mirip dengan keputusannya di masa lalu untuk turun di Indianapolis 500 dan menjuarai Le Mans 24 Hours bersama Toyota. Pengalaman melintasi berbagai disiplin balap ini dinilai membentuk karakternya sebagai pembalap yang jauh lebih lengkap di kancah motorsport internasional.

"Ya, persis sekali, saya harus berhenti. Saya harus melepaskan diri sejenak dari Formula 1," ujar Fernando Alonso mengenang keputusan-keputusan besar dalam kariernya. "Saya harus merasakan formula yang berbeda dan seri yang berbeda, belajar langsung dari para spesialis di kategori tersebut dan menjadi pembalap yang lebih lengkap. Itu sangat penting bagi saya dan saya masih menganggap tantangan tersebut sangat menarik. Saya tidak tahu kapan saya akan melakukannya, tetapi saya akan mengulangi pengalaman itu.">
Ambisi besar tersebut didorong oleh kecintaannya yang mendalam terhadap dunia balap mobil dalam segala bentuk regulasi dan era mesin yang pernah ia taklukkan, mulai dari V10, V8, V6, hingga era aerodinamika ground-effect modern. Keinginan untuk mencari batas kemampuan maksimal inilah yang mendorongnya kembali menerima pinangan reli Dakar dengan mengendarai mobil reli-raid garapan Aston Martin yang dikembangkan dari konsep waralaba gim video Call of Duty.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!