Jumat di Sepang tidak pernah sepanas dan seaneh ini. Max Verstappen memang tercepat, tetapi di belakangnya cerita jauh lebih rumit daripada sekadar catatan waktu.
Permukaan lintasan yang licin, degradasi ban ekstrem, dan hujan yang batal turun di FP2 membuat semua tim harus berpikir ulang. Pembalap Haas, Ollie Bearman, bahkan menyebut hari itu sebagai “langkah ke hal yang tidak diketahui bagi semua orang.”
Di kubu Mercedes, upgrade besar pertama untuk W17 sejak GP Kanada Mei lalu tidak langsung terlihat menggigit. George Russell hanya第四 cepat, terpaut 0,383 detik. Namun ia menegaskan masalahnya bukan pada paket baru, melainkan setelan dan ban. “Ketika Anda membawa upgrade ke sirkuit mana pun, sulit tahu performa murni Anda,” ujarnya.

Direktur teknik trek Mercedes, Andrew Shovlin, mengakui tim kesulitan menemukan keseimbangan. Overheating ban menjadi momok, dan ada offset aneh pada laju long-run dibanding Red Bull. “Kami punya ide untuk perubahan setelan dalam kerja simulator semalam,” kata Shovlin. “Kami optimistis analisis ini akan berbuah.”
Di sisi lain, laju satu lap masih menjadi misteri. Verstappen mencetak waktu terbaik dengan ban medium yang sudah berumur, bukan soft baru. Itu menandakan bahwa urutan sesungguhnya belum terlihat. Sirkuit yang terus berevolusi membuat catatan waktu Jumat nyaris tidak relevan untuk prediksi kualifikasi.
Yang lebih penting, jarak antara tim-tim top sangat tipis. Red Bull, Ferrari, dan McLaren semuanya punya modal untuk bersaing. Sementara Mercedes harus memecahkan teka-teki degradasi ban jika ingin ikut bertarung di depan.
Malam ini para insinyur akan begadang, data akan dianalisis, dan semoga Sabtu memberi gambaran yang lebih jelas. Satu hal yang pasti: akhir pekan di Sepang akan berlangsung sengit dan penuh kejutan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!