Andrea Kimi Antonelli menyebut Max Verstappen sebagai "unknown quantity" menjelang Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini. Pemimpin klasemen F1 itu mengakui kehebatan rivalnya, meski saat ini ia nyaman di puncak dengan keunggulan 81 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, dengan sembilan balapan tersisa.
Antonelli, yang baru berusia 20 tahun, berada di jalur menjadi juara dunia F1 termuda setelah meraih kemenangan kedelapan dalam 14 balapan di Grand Prix Spanyol. Namun, ia tidak mau terlena. "Ini belum selesai sampai benar-benar selesai," tegasnya. "Seperti tenis, satu poin demi satu poin, di sini satu balapan demi satu balapan."
Yang menarik, Antonelli justru melontarkan pujian tinggi kepada Verstappen, yang belum meraih kemenangan musim ini dan tertinggal 147 poin di klasemen. "Max memiliki visi luar biasa tentang balapan dan cara memposisikan mobil. Dalam waktu singkat, dia bisa membaca situasi dengan sangat baik dan menemukan celah untuk merebut posisi," ujarnya kepada wartawan di Baku.

"Dengan Max, selalu ada unknown quantity, terutama di latihan bebas. Anda tidak pernah tahu potensi sebenarnya, karena saat momen penting, dia selalu menemukan sesuatu yang ekstra. Menarik untuk disaksikan."
Meski tampak tak terhentikan, Antonelli menolak anggapan bahwa gelar sudah di tangan. "Saya sudah memikirkan tentang kejuaraan, tapi dengan memikirkannya, saya selalu sampai pada kesimpulan akhir bahwa saya harus terus berkendara seperti ini dan memberikan hasil," jelasnya. "Semakin cepat selesai, semakin baik. Masih jauh dan tidak akan mudah. Ini akan intens tapi saya siap memberikan yang terbaik dan terus bersenang-senang."
Menatap Sirkuit Baku, Antonelli waspada terhadap ancaman McLaren dan Red Bull. "Saya pikir ini bisa menjadi trek yang bagus untuk kami, tapi jika McLaren lebih unggul, atau Red Bull dengan Max atau bahkan dengan Isack [Hadjar], maka mungkin salah satu akhir pekan di mana Anda harus puas dengan podium atau P4," katanya. "Tentu saja tujuannya selalu menang, tapi kita lihat nanti."
Ia juga menekankan pentingnya membangun performa sepanjang akhir pekan. "Anda tidak punya margin untuk kesalahan, atau sangat sedikit. Penting untuk membangun sepanjang akhir pekan, dan ketika momennya tiba, mengerahkan segalanya. Selalu simpan margin kecil jika terjadi sesuatu. Ini trek yang keren, sangat menantang. Semoga kami cepat."
Dengan sembilan balapan tersisa, persaingan gelar masih terbuka. Verstappen mungkin belum menang, tapi seperti kata Antonelli, ia selalu bisa menemukan sesuatu saat dibutuhkan. Dan di Baku, di mana tembok pembatas begitu dekat, kejutan bisa terjadi kapan saja.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!