SPONSORED

Alex Rins Ungkap Ancaman Pembunuhan Usai Insiden Mandalika 2024

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Alex Rins Ungkap Ancaman Pembunuhan Usai Insiden Mandalika 2024
TO NEWS OVERVIEW
Alex Rins wants to move on from marshal incident in Indonesia © Gold and Goose

Alex Rins menyatakan harapannya agar petugas marshal turut menyampaikan permintaan maaf setelah insiden kontroversial di Grand Prix Indonesia musim 2024 memicu gelombang ancaman pembunuhan terhadap dirinya di media sosial. Pembalap tim pabrikan Iwata tersebut sempat terekam kamera menunjukkan gestur jari tengah kepada seorang marshal pada sesi latihan hari Jumat sore di Sirkuit Mandalika, menyusul penolakan evakuasi kembali ke area paddock.

Insiden bermula ketika pembalap berkebangsaan Spanyol itu mengalami kecelakaan tunggal di lintasan. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa petugas awalnya menginstruksikannya naik ke atas skuter penyelamatan, namun secara sepihak membatalkan keputusan tersebut tanpa alasan yang jelas, sementara dua petugas marshal lainnya justru memprotes tindakan rekan mereka sendiri di lokasi kejadian.

Meskipun sempat tersulut emosi di tengah situasi yang dinilai sangat kacau, Yamaha rider tersebut mengakui kesalahannya dan langsung menyampaikan permohonan maaf terbuka. Kendati demikian, konsekuensi di luar batas sportivitas harus diterima oleh sang atlet berupa ancaman pembunuhan dari oknum suporter melalui platform digital.

Alex Rins Demands Marshal Apology After Mandalika Death Threats 2024
Read AlsoAlex Rins Demands Marshal Apology After Mandalika Death Threats 2024

"Itu adalah situasi yang benar-benar ekstrem," ujar Rins kepada para jurnalis, termasuk Crash.net, saat berusaha menutup babak kelam tersebut akhir pekan lalu. "Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya sudah meminta maaf. Saya berharap, saya sangat berharap, marshal tersebut juga meminta maaf karena itu adalah situasi yang benar-benar ekstrem. Namun maksud saya, kita tidak perlu membuang waktu untuk hal ini. Dan hanya itu."

ADVERTISEMENT

Pihak FIM Stewards langsung memanggil sang pembalap untuk dimintai keterangan tepat pada hari Jumat malam pascalatihan, namun dipastikan tidak ada sanksi disiplin maupun penalti grid yang dijatuhkan atas reaksi emosional tersebut. Fokus utama sang pembalap kemudian bergeser sepenuhnya pada performa teknis motor yang dinilai masih jauh dari kompetitif.

Menjalani balapan utama sepanjang 27 putaran di Mandalika, Rins harus puas finis di posisi ke-15 dengan selisih waktu mencapai 31,6 detik dari sang pemenang lomba. Ia mengeluhkan kinerja perangkat elektronik mesin, khususnya kontrol traksi dan pengereman mesin yang dinilai sangat tidak konsisten sejak lampu start padam hingga menyentuh garis finis.

Selain masalah teknis mesin, pemilihan kompon ban juga menjadi sorotan utama dalam evaluasi balapan akhir pekan tersebut. Rins sebenarnya berniat menggunakan ban kompon lunak berdasarkan data sesi pemanasan, namun saran kuat dari kru garasi membuatnya mengurungkan niat tersebut demi keselamatan strategi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU