WorldSBK, Sportrik Media - Pengalaman menjadi faktor kunci yang diandalkan Alex Lowes dalam menghadapi musim World Superbike 2026, setelah rangkaian pramusim terganggu cuaca buruk yang membatasi waktu lintasan kering bagi seluruh tim dan pembalap.
Lowes telah berkompetisi di WorldSBK sejak 2014, usai meraih gelar juara British Superbike. Memasuki musim 2026, ia kini mengoleksi 12 musim penuh di level tertinggi balap motor produksi. Dengan pensiunnya Jonathan Rea dari balap penuh waktu pada akhir musim lalu, tidak ada satu pun pembalap di grid 2026 yang memiliki pengalaman WorldSBK lebih panjang dibanding pembalap asal Inggris berusia 35 tahun tersebut.
Gangguan cuaca selama tes Eropa di Jerez dan Portimao pada Januari membuat sebagian besar tim minim data kering menjelang tes pramusim terakhir di Phillip Island pada 16–17 Februari. Kondisi ini menempatkan hampir seluruh grid dalam situasi yang sama, tanpa persiapan optimal sebelum musim dimulai.
“Saya rasa perasaan saya sama seperti semua orang, tidak benar benar siap,” ujar Alex Lowes kepada WorldSBK.com saat peluncuran tim Bimota.
“Tapi kenyataannya, dengan pengalaman yang saya miliki sekarang, saya tahu semua orang merasakan hal yang sama.”
“Waktu lintasan sangat terbatas, jadi semua orang berharap tes di Phillip Island kering agar bisa mengumpulkan lap. Kurang lebih semua berada di posisi yang sama,” lanjutnya.
“Lap yang kami jalani terasa positif, dan tes akhir 2025 juga berjalan baik. Jadi secara keseluruhan, kami akan baik baik saja.”
Menambah kompleksitas musim 2026 adalah banyaknya perubahan besar di grid WorldSBK. Bimota masih mengembangkan KB998 yang baru memasuki tahun kedua di kejuaraan. Ducati membawa Panigale V4 R versi terbaru, BMW menurunkan dua pembalap baru di tim pabrikan, Kawasaki memperbarui ZX-10RR, sementara Honda dan Yamaha juga menghadirkan kombinasi pembalap baru.
Dalam situasi tersebut, Lowes menilai fokus utama Bimota harus berada pada eksekusi internal, bukan membandingkan diri dengan progres rival yang level kompetitifnya belum sepenuhnya jelas.
“Pembalap lain memiliki proyek dan motor baru,” kata Lowes.
“Kami tidak tahu seberapa kompetitif mereka, tapi yang bisa kami lakukan adalah mengontrol diri sendiri, memastikan kami sedikit lebih baik dari tahun lalu, dan saya juga lebih baik sebagai pembalap dengan kesalahan yang lebih sedikit.”
Target Lowes untuk musim 2026 cukup jelas. Ia berharap konsistensi dan eksekusi yang kuat dapat membawanya kembali ke persaingan papan atas, termasuk peluang finis tiga besar di klasemen akhir, seperti yang hampir ia raih pada musim terakhirnya bersama Kawasaki pada 2024.
“Kemenangan pertama untuk Bimota akan luar biasa, dan finis tiga besar di kejuaraan tentu menyenangkan,” ujarnya.
“Tapi target utama saya adalah bekerja keras, menjaga sikap yang baik, dan membalap sebaik mungkin.”
“Jika saya bisa finis tiga besar dunia dan menjadikan musim ini yang terbaik dalam karier saya, itulah yang ingin saya capai. Saya sangat antusias melihat apakah kami bisa mewujudkannya.”
Dengan pramusim yang tidak ideal bagi hampir seluruh grid, pengalaman dan konsistensi kini berpotensi menjadi pembeda utama. Bagi Alex Lowes dan Bimota, WorldSBK 2026 menjadi ujian sejauh mana stabilitas dan eksekusi dapat mengimbangi keterbatasan persiapan.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!