Fermin Aldeguer mengungkap sisi emosional dari kemenangan perdananya di MotoGP Indonesia. Baginya, itu bukan sekadar euforia, melainkan pelampiasan amarah yang terpendam. Aldeguer mengakui bahwa di atas motor ia bisa melampiaskan segalanya, tetapi di luar lintasan, keadaannya tidak selalu baik.
Dalam video yang dirilis MotoGP, pembalap Spanyol itu menceritakan awal tahun yang penuh harapan sebelum cedera menghantam. “Saya memulai Januari dengan sangat baik, di momen karier saya, lalu cedera besar membuat saya lebih kuat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa di atas motor, “saya mengeluarkan semua euforia, semuanya, dan saya baik-baik saja, tapi kemudian dalam keseharian saya tidak begitu baik.” Menurutnya, tidak banyak orang yang mampu menanggung beban seperti yang dialami pembalap profesional. “Saya pikir hanya sedikit orang yang bisa menanggung apa yang kami lakukan seratus persen. Kami dari planet lain,” tegasnya.
Kecintaan Aldeguer pada dunia balap berasal dari sang ayah, yang fanatik sepeda motor sejak kecil. “Saat pembaptisan saya, ia memberiku sebuah motor mini, replika motornya sendiri. Ibu saya dulu memberikannya untuk pernikahan mereka, dan saya mewarisinya.” Kecepatan pun mengalir dalam darahnya. “Saya mewarisi kecepatan dan balapan adalah habitat alami saya.”

Perjalanan menuju MotoGP tidaklah mulus. “Jalannya tidak mudah. Mungkin bukan jalur yang semua orang tempuh, tapi pada akhirnya kami berada di tempat yang selalu kami impikan dan itulah yang penting,” kenangnya. Ia merasa beruntung bisa bergabung dengan tim terbaik dan motor kompetitif. “Saya bisa bilang saya jatuh di tempat terbaik, dengan motor terbaik, dan tim terbaik. Itu membantu saya meraih hasil bagus di Indonesia.”
Kemenangan di Sirkuit Mandalika menjadi momen spesial. Aldeguer menyebut kemenangan itu sebagai pelampiasan amarah yang terpendam. “Lebih dari menikmati, itu adalah ledakan amarah,” ujarnya. Ia mengaku telah melalui banyak momen sulit, dan kemenangan tersebut menjadi pembuktian atas kerja kerasnya.
Pembalap yang kini memperkuat tim satelit itu juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga. “Keluarga adalah segalanya. Mereka selalu ada di saat-saat tersulit,” tambahnya. Dengan hasil di Indonesia, Aldeguer semakin percaya diri menatap sisa musim. Ia bertekad terus berkembang dan meraih lebih banyak podium.
Kemenangan di Mandalika tidak hanya mengangkat posisinya di klasemen, tetapi juga memberi suntikan moral bagi tim. Aldeguer kini menjadi salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di MotoGP.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!