SPONSORED

Alasan Unik GP Meksiko F1 Pakai Nama Kota Bukan Negara 2025

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Alasan Unik GP Meksiko F1 Pakai Nama Kota Bukan Negara 2025
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Akhir pekan ini, Formula 1 kembali menyambangi Autodromo Hermanos Rodriguez untuk melakoni putaran ke-19 musim balap. Namun, ada satu detail menarik yang kerap memicu tanya di kalangan penggemar, mengapa ajang bergengsi ini menggunakan titel resmi Mexico City Grand Prix alih-alih memakai nama negara seperti kebanyakan seri lainnya di kalender.

Sejarah panjang balapan jet darat di ibu kota ini bermula jauh pada 1963 silam di bawah nama asli sirkuit Magdalena Mixhuca. Lintasan tersebut sempat rutin menggelar adu cepat hingga 1970 sebelum akhirnya terdepak dari kalender akibat masalah kapasitas penonton serta standar keselamatan yang belum memadai pada era tersebut.

Setelah sempat mati suri, lintasan yang kemudian diabadikan untuk mengenang pahlawan lokal Ricardo Rodriguez dan Pedro Rodriguez itu kembali hidup pada periode 1986 sampai 1992. Sayangnya, memburuknya kualitas aspal trek serta minimnya ketersediaan dana kembali membuat GP tersebut harus vakum dari gemerlap persaingan kelas dunia.

Montezemolo Praises Kimi Antonelli Ahead of Historic 2026 F1 World Title
Read AlsoMontezemolo Praises Kimi Antonelli Ahead of Historic 2026 F1 World Title

Era modern kejuaraan ini baru benar-benar dimulai pada 2015 berkat ikatan kontrak lima tahun antara promotor lokal CIE dan Formula One Management. Gelontoran dana masif dari sektor publik maupun swasta mencapai sekitar USD 360 juta digelontorkan untuk merombak total fasilitas sirkuit dan infrastruktur sekitarnya di bawah arahan arsitek kenamaan Hermann Tilke, termasuk merancang ulang tikungan legendaris Peraltada yang kini melintasi area stadion baseball Foro Sol.

ADVERTISEMENT

Dukungan komersial domestik saat itu semakin membara berkat kehadiran Sergio Perez bersama Esteban Gutierrez di grid start. Kendati demikian, ketika kontrak awal tersebut kedaluwarsa pada 2019, dinamika politik lokal ikut mengubah peta penyelenggaraan ajang balap internasional ini secara drastis.

Presiden Meksiko saat itu, Andres Manuel Lopez Obrador, memutuskan untuk tidak memperpanjang aliran dana federal dengan alasan ingin mengalihkan anggaran publik ke berbagai proyek pembangunan infrastruktur nasional seperti proyek kereta Tren Maya. Penyelamatan balapan akhirnya diemban langsung oleh wali kota Mexico City saat itu, Claudia Sheinbaum, yang berhasil membentuk sebuah dana perwakilan swasta yang didukung penuh oleh para pemimpin bisnis lokal tanpa memerlukan sepeser pun uang dari kas federal.

Perubahan drastis dalam hal pihak yang membiayai acara inilah yang kemudian memicu langkah rebranding besar-besaran. Sejak musim 2021 usai sempat absen pada 2020 akibat pandemi global, nama resmi acara resmi diganti menjadi Mexico City Grand Prix demi merefleksikan peran penting pemerintah kota sebagai penyandang dana utama sekaligus mendongkrak profil ibu kota secara global.

ADVERTISEMENT

Langkah penamaan berbasis wilayah atau kota ini sejatinya bukanlah preseden pertama dalam sejarah balap mobil paling bergengsi di dunia. Sejumlah negara yang menjadi tuan rumah kerap menggunakan nama wilayah, kawasan spesifik, atau nama kota seperti Miami dan Las Vegas di Amerika Serikat, hingga Sao Paulo Grand Prix yang dijadwalkan bakal menyusul tepat setelah rangkaian balapan di Meksiko rampung.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU