Formula 1 kembali dari jeda musim panas akhir pekan ini dengan balapan di Zandvoort, dan musim 2026 kini memasuki babak penentuan. GP Belanda menandai titik tengah musim, di mana gelar juara mulai dipertaruhkan, warisan sedang dibangun, dan kursi grid untuk musim depan mulai diperebutkan.
Ada banyak hal yang menarik untuk disimak, mulai dari dominasi Kimi Antonelli yang makin kokoh di puncak klasemen hingga perubahan mendadak di kubu Red Bull. Berikut lima hal yang layak dinantikan akhir pekan ini.
Antonelli di Ambang Sejarah
Pembalap Mercedes berusia 19 tahun itu tampak tak terhentikan dalam perjalanannya menjadi juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah. Keunggulan 50 poin atas Lewis Hamilton di posisi kedua membuat peluangnya makin terbuka lebar, apalagi tidak pernah ada pemimpin klasemen yang melepas keunggulan sebesar itu setelah jeda musim panas.

Padahal, awal musim prediksi berkata lain: rekan setimnya, George Russell, dijagokan sebagai favorit kuat. Namun sejak putaran kedua di China, Antonelli tampil di atas segalanya. Kecepatan satu lapnya menjadi kunci, dengan enam pole position musim ini. Setiap kali mengalami kemunduran, ia bangkit dengan pola juara—seperti di Belgia, di mana ia mendominasi dari pole setelah dua balapan sebelumnya gagal poin karena masalah reliabilitas.
Yang lebih impresif, Antonelli telah berkembang pesat dibanding musim debutnya yang naik-turun tahun lalu. Di Zandvoort sendiri, ia sempat membuat kesalahan di FP1 dan finis di luar poin setelah penalti 10 detik akibat menabrak Charles Leclerc. Tapi kali ini, tidak ada alasan untuk meragukannya.
Perubahan Mendadak di Red Bull
Max Verstappen akan kembali menghadapi pergantian rekan setim, namun kali ini bukan karena performa. Isack Hadjar mengalami cedera pergelangan tangan saat sesi gym dan dinyatakan tidak fit untuk tampil di Zandvoort, sirkuit tempat ia meraih satu-satunya podium di F1. Sebagai pengganti, Red Bull memanggil Liam Lawson dari Racing Bulls.
Ini akan menjadi grand prix ketiga Lawson bersama Red Bull, setelah diturunkan awal 2025 karena start yang buruk di musim penuh pertamanya. Namun kali ini ia lebih matang; duduk di posisi kesembilan klasemen dan menjadi yang terbaik di belakang empat tim terdepan. Ia akan mendampingi rookie Arvid Lindblad, dan tekanan pasti menyelimuti performanya di sini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!