George Russell membuktikan bahwa kemenangan dominan tak selalu berarti jarak jauh. Di Grand Prix Azerbaijan, pembalap Mercedes itu memimpin dari start hingga finis, tetapi Max Verstappen dari Red Bull nyaris mencuri kemenangan dengan selisih hanya 0,196 detik. Itu adalah finis terdekat ke-11 dalam sejarah Formula 1, dan cukup untuk membuat jantung para penggemar berdebar hingga bendera chequered dikibarkan.
Russell tampil impresif sepanjang 51 lap di Sirkuit Kota Baku. Namun, dua periode safety car di akhir balapan membuat keunggulannya terhapus. Verstappen, yang dikenal agresif, memanfaatkan momen itu untuk menempel ketat. Meski pada akhirnya harus puas finis kedua, penampilan juara empat kali itu menunjukkan bahwa tekanan tak pernah surut hingga garis finis.
Bagi Russell, ini adalah kemenangan yang membuktikan kualitasnya sebagai pembalap top. Mercedes, yang sempat kesulitan bersaing di beberapa balapan awal musim, tampaknya menemukan formula yang tepat. Tapi mari kita lihat: apakah ini awal kebangkitan mereka? Sementara Red Bull dan Max Verstappen tetap menjadi ancaman konstan, seperti yang ditunjukkan di Baku.

Finis tipis di Baku mengingatkan kita pada momen-momen serupa di masa lalu. Berikut adalah 10 finis terdekat dalam sejarah Formula 1, yang beberapa di antaranya mungkin sudah Anda lupakan.
10. Austria 2002: Schumacher dan Barrichello (0,182 detik)
Balapan yang kontroversial. Rubens Barrichello dan Michael Schumacher mendominasi untuk Ferrari, dengan Barrichello di ambang kemenangan pertamanya musim itu. Tapi di tikungan terakhir, Barrichello memperlambat dan membiarkan Schumacher melewatinya. Perintah tim ini memicu kemarahan, denda, dan larangan team orders musim berikutnya.
9. Australia 2023: Verstappen dan Hamilton (0,179 detik)
Balapan yang kacau dengan tiga kali bendera merah. Safety car di lap terakhir membuat Verstappen melintas tanpa gangguan, dengan Lewis Hamilton hanya 0,179 detik di belakangnya. Balapan berakhir di bawah netralisasi, meninggalkan rasa penasaran.
8. Kanada 2000: Schumacher dan Barrichello (0,174 detik)
Kembali ke era Ferrari awal 2000-an. Balapan basah di Montreal, Schumacher memimpin, tapi Barrichello menempel. Perintah tim tidak sekontroversial 2002, tapi hasilnya sama: Schumacher menang tipis.
Daftar ini menunjukkan bahwa di F1, jarak sekecil apa pun bisa berarti segalanya. Russell dan Verstappen baru saja menambah babak baru dalam sejarah finis ketat, dan para penggemar pasti tak sabar menanti balapan berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!