Dacia tengah bersiap membawa Hipster dari sekadar konsep ke jalur produksi. Microcar listrik empat tempat duduk yang pertama kali diperkenalkan pada 2025 itu diproyeksikan menjadi model pintu masuk baru di bawah Spring. Kabar ini mencuat setelah laporan menyebut bahwa pabrik di Shiyan, China, akan menjadi tempat kelahirannya mulai 2027.
Pabrik Shiyan sendiri bukan nama asing bagi Dacia. Fasilitas itu sebelumnya menjadi rumah bagi generasi pertama Spring, yang kini mendekati akhir siklus hidupnya. Menariknya, tim di Shiyan tidak hanya akan bertugas merakit, tetapi juga terlibat dalam pengembangan teknis kendaraan, mulai dari motor, baterai, hingga sasis. Strategi ini memungkinkan penggunaan kembali komponen Spring lama untuk menekan biaya produksi.
Tantangan Bobot dan Regulasi L7e
Hipster harus mematuhi regulasi kendaraan Eropa kategori L7e. Aturan ini membatasi bobot maksimum 450 kg tanpa baterai, tenaga tidak lebih dari 20 hp, dan kecepatan puncak sekitar 90 km/jam. Bagi para insinyur, mengurangi bobot menjadi salah satu rintangan terbesar, di samping tentu saja menjaga harga tetap kompetitif.

Penggunaan panel bodi berbahan plastik, seperti yang diterapkan pada Citroen Ami, sempat disebut sebagai solusi teknis yang menarik. Namun, direktur desain David Durand menilai opsi itu justru lebih mahal dibandingkan baja. Karena itu, tim insinyur di China tengah mengeksplorasi berbagai cara untuk meringankan kendaraan tanpa membuat harganya melonjak.
Baterai dan Harga Akhir
Baterai akan memegang peranan krusial dalam menentukan harga jual Hipster. Indikasi awal menyebut kapasitas sekitar 15 kWh, meski pemilihan kimia selnya masih dalam pembahasan. Harga akhir diperkirakan berada di kisaran 11.000 euro, sejalan dengan misi Dacia menghadirkan kendaraan listrik yang terjangkau.
Versi produksi final kabarnya akan diperkenalkan tahun depan. Meski demikian, gambar paten yang baru saja diajukan Dacia sudah memberi gambaran cukup jelas. Desain produksinya diprediksi tetap setia pada bentuk esensial dan tidak konvensional dari konsep yang dipamerkan tahun lalu.
Langkah Dacia ini menjadi sinyal serius bahwa segmen microcar listrik semakin panas. Jika Hipster benar-benar hadir dengan harga di bawah Spring, persaingan di kelas kendaraan listrik murah Eropa bisa berubah drastis. Publik pun menantikan apakah Dacia mampu menepati janji aksesibilitasnya tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!