Colton Herta tidak menampik kenyataan pahit. Debutnya di Formula 2 bersama Hitech Grand Prix jauh dari ekspektasi, tetapi ia masih percaya pintu menuju Formula 1 belum tertutup rapat. Pria Amerika Serikat itu mengakui musim perdananya di ajang feeder series ini sebagai periode yang mengecewakan, namun ia menolak menyerah pada mimpinya.
Keputusan Herta terjun ke F2 musim lalu sempat menghebohkan paddock. Ia bergabung dengan Hitech, menemani Ritomo Miyata, dengan misi utama mengumpulkan poin Super Licence yang menjadi tiket wajib menuju F1. Sayangnya, hingga saat ini ia baru mengoleksi 26 poin dan terpuruk di peringkat 19 klasemen. Jelas bukan posisi yang dibayangkan banyak orang.
Meski begitu, Herta mengaku tidak pernah memasang target muluk. Ia sadar betul level persaingan di F2 sangat ketat. “Akan bodoh jika saya duduk di sini dan berpikir saya akan langsung cepat, siap menang di balapan pertama,” ujarnya. “Saya mungkin lebih tua, tapi soal kecepatan, para pembalap di sini sama cepatnya dengan siapa pun di luar sana.”

Di balik kesulitan yang dialami, Herta masih belum menemukan akar masalahnya. Ia mengaku bingung mengapa performa apik di sesi latihan musim dingin tidak pernah berlanjut ke akhir pekan balapan. “Tidak ada hal spesifik, semuanya serba membingungkan,” keluhnya. “Sayangnya, belum ada banyak hal positif. Entah kenapa, kami nol kecepatan, dan tidak ada yang berubah.”
Hasil terbaik Herta musim ini adalah finis kelima di Barcelona, meski start dari baris kedua. Menurutnya, performa di musim dingin seharusnya bisa menjadi modal berharga, namun kenyataannya jauh dari harapan. “Selama tes musim dingin, kami cukup kuat. Semua tes privat yang saya jalani juga bagus, tapi entah kenapa di akhir pekan balapan, itu tidak pernah terwujud,” tambahnya.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Herta menegaskan bahwa ia tidak tertarik untuk menjalani musim kedua di F2. “Saya sudah bilang tidak tertarik,” tegasnya. “Tahun ini, saya pikir jika... [terpotong]”
Pernyataan ini memunculkan spekulasi tentang langkah selanjutnya. Apakah ia akan kembali ke IndyCar, atau tetap mengejar kursi F1 melalui jalur lain? Yang jelas, Herta masih menyimpan ambisi besar, meski jalannya tidak semulus yang dibayangkan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!