Franco Colapinto kembali menerima penalti grid pada Grand Prix Bahrain di Malaysia setelah menggunakan mesin V6 Mercedes baru. Pembalap Alpine itu sebelumnya sudah dijatuhi hukuman turun lima posisi akibat insiden di Baku, dan kini harus menerima penalti tambahan 10 posisi karena melebihi alokasi empat unit mesin per musim. Total 15 posisi membuatnya dipastikan start dari baris belakang.
Keputusan Alpine memasang mesin baru di Sepang diambil karena Colapinto sudah berada dalam posisi sulit untuk meraih poin. Dengan penalti yang sudah pasti, tim memilih meminimalkan kerusakan dengan memperkenalkan power unit anyar lebih awal. Langkah ini juga memberi data tambahan untuk sisa musim.
Alpine saat ini terlibat pertarungan ketat dengan Racing Bulls untuk posisi kelima klasemen konstruktor. Insiden di Baku membuat jarak keduanya melebar menjadi 15 poin, setelah Racing Bulls memanfaatkan momentum. Kini, dengan Colapinto yang harus start dari belakang, Alpine menghadapi tantangan berat untuk meraih poin di Malaysia.

Rekan setim Colapinto, Pierre Gasly, juga dijadwalkan mendapatkan power unit baru dalam beberapa balapan ke depan. Namun, Alpine belum memutuskan kapan waktu yang tepat untuk memasangnya, karena harus mempertimbangkan dampak penalti grid.
Di kubu Racing Bulls, rookie Arvid Lindblad juga akan menerima penalti karena menggunakan mesin, turbocharger, dan exhaust baru. Ia akan start dari baris belakang. Sementara itu, pembalap Red Bull Isack Hadjar harus mundur lima posisi setelah memakai mesin V6 ketujuhnya musim ini.
Dengan berbagai penalti ini, komposisi grid di Bahrain dipastikan akan berbeda dari hasil kualifikasi. Tim-tim yang terkena penalti harus menyusun strategi cerdas untuk bisa merangsek ke depan, sementara rival-rival mereka berusaha memanfaatkan situasi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!