Franco Colapinto menerima penalti turun lima posisi grid untuk Grand Prix Malaysia setelah terlibat insiden multi-mobil pada Grand Prix Azerbaijan. Pembalap Alpine itu kehilangan kendali dan menabrak rekan setimnya, Pierre Gasly, yang kemudian menghantam Lando Norris dari McLaren saat balapan dimulai ulang pada Sabtu lalu di Baku. Ketiga mobil gagal finis akibat insiden tersebut.
Awalnya, pengawas balapan memberikan penalti waktu 10 detik kepada Colapinto. Namun, karena pembalap Argentina itu tidak dapat menjalani hukuman tersebut akibat sudah tersingkir, penalti dikonversi menjadi penalti grid lima posisi untuk balapan berikutnya di Malaysia. Konsekuensinya, Colapinto akan mundur lima posisi dari posisi kualifikasinya akhir pekan nanti.
Dalam pernyataan resmi, pengawas balapan menjelaskan kronologi kejadian: "Setelah restart, COL mendekati GAS dari belakang menuju Tikungan 1. COL terlambat mengerem dan masuk ke tikungan dari sisi dalam dengan kecepatan yang tidak memungkinkannya melewati tikungan dengan terkendali. Ia melebar dan bersentuhan dengan sisi kiri GAS, yang kemudian menabrak NOR dan kedua mobil tersingkir." Pengawas menilai Colapinto sepenuhnya atau sebagian besar bertanggung jawab atas tabrakan tersebut, dan tidak ada kontribusi dari pembalap lain yang dapat meringankan hukuman.

Penalti standar untuk menyebabkan tabrakan adalah penalti waktu 10 detik. Karena Colapinto tersingkir dan tidak dapat menjalani penalti waktu, pengawas mengonversinya menjadi penalti grid sesuai Artikel B1.9.6.(e) Peraturan FIA F1 2026. Keputusan ini menegaskan konsistensi pengawas dalam menegakkan aturan, terutama pada insiden yang terjadi setelah restart, di mana pendekatan toleran untuk lap pertama tidak berlaku.
Insiden ini memicu reaksi keras dari juara dunia bertahan, Lando Norris, yang menyerukan sanksi lebih tegas. "Saya pikir FIA harus lebih ketat dan mulai memberikan larangan untuk hal-hal seperti ini," ujar Norris. "Ini hanya kelalaian. Menghabiskan banyak biaya. Semua komponen saya sekarang ada di tempat sampah, jadi ya, orang-orang seperti itu harus dilarang karena itu bukan cara membalap yang pantas di Formula 1. Saya belum melihat kejadiannya, tapi jika Anda menyebabkan kecelakaan saat restart seperti ini, Anda setidaknya harus mendapat larangan satu balapan."
Kejadian ini menambah tekanan pada Colapinto yang sedang menjalani musim perdananya di F1 bersama Alpine. Penalti grid di Malaysia akan mempersulit upayanya meraih poin, terutama di sirkuit Sepang yang menuntut performa kualifikasi optimal. Sementara itu, Gasly dan Norris harus menelan pil pahit karena kehilangan peluang poin berharga di Baku, yang dapat berdampak pada posisi mereka di klasemen pembalap.
Dengan insiden ini, diskusi mengenai standar penalti dan keselamatan pembalap kembali mencuat. FIA dihadapkan pada tuntutan untuk mengevaluasi ulang hukuman bagi pembalap yang dianggap lalai, terutama yang merugikan pembalap lain. Keputusan akhir akan menjadi preseden untuk insiden serupa di masa depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!