Franco Colapinto dijatuhi hukuman turun lima posisi grid untuk Grand Prix Malaysia setelah dinilai menyebabkan tabrakan berantai pada balapan Formula 1 di Baku, Minggu. Insiden tersebut melibatkan rekan setimnya di Alpine, Pierre Gasly, dan pembalap McLaren, Lando Norris, yang langsung tersingkir dari balapan.
Balapan sempat dinetralkan oleh safety car ketika Alexander Albon mengalami kecelakaan keluar lintasan. Namun, saat restart, Colapinto mengalami lock-up hebat di sisi dalam tikungan pertama. Mobilnya melaju tak terkendali dan menghantam sisi kiri Gasly, yang kemudian menabrak Norris. Akibatnya, baik Gasly maupun Norris tidak dapat melanjutkan balapan.
Steward FIA meninjau bukti video, data timing, dan rekaman in-car sebelum memutuskan bahwa Colapinto sepenuhnya atau sebagian besar bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mereka menegaskan tidak ada kontribusi dari pembalap lain yang bisa meringankan hukuman, meskipun insiden terjadi di tikungan pertama setelah restart. Hukuman standar untuk menyebabkan tabrakan adalah penalti waktu 10 detik. Namun, karena Colapinto tidak menyelesaikan balapan, penalti dikonversi menjadi penurunan lima posisi grid untuk balapan berikutnya di Sepang, sesuai Pasal B1.9.6.(e) Regulasi F1 2026.

Keputusan ini menuai reaksi keras dari Norris yang sebelumnya menyerukan larangan balapan bagi Colapinto. Meski demikian, steward memilih hukuman yang proporsional dengan mempertimbangkan situasi dan regulasi yang berlaku. Sementara itu, insiden terpisah yang melibatkan Arvid Lindblad dan rekan setimnya di Racing Bulls, Liam Lawson, tidak mendapat sanksi karena steward menilai insiden tersebut dipicu oleh tabrakan Colapinto.
Insiden ini menjadi pukulan bagi Alpine yang harus kehilangan Gasly, sementara McLaren juga dirugikan dengan tersingkirnya Norris. Klasemen konstruktor pun berpotensi berubah, terutama jika Norris kehilangan poin berharga. Colapinto, yang menjalani musim debutnya, harus belajar dari kesalahan ini dan tampil lebih hati-hati di Malaysia nanti.

Dengan hukuman ini, Colapinto dipastikan start dari posisi yang lebih belakang di Sepang. Ia harus berjuang keras untuk meraih poin, sementara tekanan semakin meningkat mengingat performa Alpine yang belum konsisten. Balapan Malaysia akan menjadi ujian mental dan keterampilan bagi pembalap muda Argentina tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!