SPONSORED

Christian Horner Ungkap Telepon Apresiasi Red Bull Usai Kemenangan Mesin F1 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Christian Horner Ungkap Telepon Apresiasi Red Bull Usai Kemenangan Mesin F1 2026
TO NEWS OVERVIEW
Christian Horner Ungkap Telepon Apresiasi Red Bull Usai Kemenangan Mesin F1 2026

Mantan Prinsipal Tim Red Bull Racing, Christian Horner, mengungkapkan bahwa para pemegang saham Red Bull menghubunginya secara khusus untuk menyampaikan rasa terima kasih menyusul kemenangan perdana unit daya Red Bull Ford Powertrains di ajang Formula 1 musim 2026 ini. Telepon apresiasi tersebut datang sebagai pengakuan atas fondasi jangka panjang yang ia bangun sebelum dirinya meninggalkan skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut pada bulan Juli 2025.

Sepanjang dua dekade kepemimpinannya di pucuk pimpinan skuad, Horner tidak hanya mempersembahkan delapan gelar juara dunia pembalap dan enam gelar konstruktor, tetapi juga memelopori transformasi besar. Ia sukses mengawasi transisi tim dari sekadar tim pelanggan mesin menjadi pabrikan unit daya mandiri, menyusul keputusan mundurnya Honda dari Formula 1 pada akhir musim 2021.

Red Bull sempat melanjutkan penggunaan unit daya asal Jepang tersebut hingga musim lalu, sebelum akhirnya beralih menggunakan mesin buatan sendiri yang dirancang bekerja sama dengan Ford pada awal regulasi 2026. Mesin anyar tersebut langsung mencatatkan kemenangan perdananya melalui penampilan gemilang Max Verstappen, yang kemudian disusul kemenangan beruntun pada seri-seri berikutnya di awal kalender balap musim ini.

Sirkuit Barcelona Incar Opsi Gelar IndyCar Mulai Musim 2027
Baca JugaSirkuit Barcelona Incar Opsi Gelar IndyCar Mulai Musim 2027

Berbicara dalam konferensi Autosport Business Exchange di New York, Horner mengenang kembali tantangan besar yang harus dihadapi oleh timnya saat itu. Ia menyatakan bahwa setelah sukses di sisi sasis, tantangan terbesar berikutnya adalah membuktikan apakah mereka mampu memproduksi unit mesin sendiri dari nol tanpa pengalaman sebelumnya sebagai pabrikan mesin.

ADVERTISEMENT

"Kami berhasil melakukannya di sisi sasis dan kemudian tantangannya muncul, bisakah kami melakukannya di sisi mesin? Anda tahu, kami harus memiliki mesin setelah Honda mengumumkan penarikan diri mereka pada tahun 2020. Jadi kami mendirikan perusahaan rintisan bernama Powertrains ini, dengan filosofi yang sama untuk menarik talenta, memberikan kesempatan kepada orang-orang, memberi mereka peluang, dan memberdayakan serta mendorong mereka untuk mendorong batas," ujar Horner dalam konferensi tersebut.

Kontribusi masif Horner tersebut akhirnya mendapat pengakuan langsung dari pucuk pimpinan perusahaan melalui panggilan telepon yang sangat bermakna baginya. Ia mengaku sangat menghargai gestur tersebut karena ia tahu persis seberapa besar keringat dan air mata yang dikorbankan oleh seluruh staf di balik layar untuk mewujudkan proyek ambisius pembuatan mesin F1 tersebut.

"Itu adalah gestur yang sangat dihargai, melihat mesin itu dan mengetahui apa yang ada di dalamnya, Anda tahu, keringat dan air mata di sepanjang jalan. Bagi semua pria dan wanita yang terlibat, itu adalah pencapaian yang luar biasa, luar biasa. Untuk memenangkan grand prix adalah hal yang sangat sulit di waktu terbaik," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Panggilan telepon apresiasi ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan komunikasi yang diterima oleh Horner 15 bulan sebelumnya, ketika ia harus menerima keputusan pemecatannya. Saat itu, posisinya di tim mulai tergerus menyusul wafatnya salah satu pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, serta dinamika internal yang melibatkan kubu Verstappen dan keluarga Yoovidhya selaku pemilik mayoritas perusahaan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU