Mantan prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, baru-baru ini mengungkapkan kisah di balik layar yang mengejutkan dalam buku terbarunya yang berjudul Drive. Ia mengaku sempat berupaya keras mendatangkan Fernando Alonso atau Charles Leclerc untuk mengisi kursi Sergio Perez yang performanya mulai merosot tajam menjelang musim Formula 1 2025.
Performa Sergio Perez yang tidak dikenali dibandingkan musim-musim sebelumnya membuat Christian Horner merasa harus mencari pengganti yang kompeten. Upaya pertama diarahkan kepada Fernando Alonso. Saat GP Jepang berlangsung, pembalap asal Spanyol tersebut secara terbuka menyatakan minatnya untuk menjadi rekan setim Max Verstappen pada musim berikutnya. Namun, rencana ambisius itu langsung kandas ketika Helmut Marko menyampaikan ketidaksukaan dari pihak manajemen Verstappen terhadap gagasan tersebut.
Tidak menyerah begitu saja, Christian Horner kemudian mengalihkan bidikannya ke garasi Scuderia Ferrari untuk mendekati Charles Leclerc. Ia menilai pembalap asal Monako itu memiliki kecepatan luar biasa dalam satu putaran, karakter yang kuat, serta jiwa pemain tim yang sangat loyal. Meskipun Leclerc kadang kala melakukan kesalahan di lintasan, ia tidak pernah secara terbuka menyalahkan timnya sendiri saat situasi memburuk, sehingga dianggap sebagai sosok ideal pengganti Sergio Perez yang mulai kehilangan taji.

Kendati demikian, jalan penasihat senior tersebut kembali diblokir oleh petinggi internal. Helmut Marko secara tegas meminta agar niat merekrut Charles Leclerc dilupakan begitu saja karena transfer tersebut mustahil terwujud. Christian Horner sendiri meyakini bahwa perintah penolakan mutlak tersebut bukan berasal dari Max Verstappen pribadi, melainkan ada pihak lain di dalam struktur manajemen yang memutuskan bahwa perekrutan pembalap bintang tidak sejalan dengan strategi mereka.
Akibat tertutupnya peluang merekrut nama-nama besar tersebut, Red Bull akhirnya mengambil keputusan kontroversial dengan mempromosikan Liam Lawson. Eksperimen itu berbuah bencana karena sang pembalap muda asal Selandia Baru langsung diturunkan jabatannya setelah hanya melakoni dua balapan awal musim 2025. Kursi panas tersebut sempat diisi oleh Yuki Tsunoda sebelum akhirnya Isack Hadjar dipromosikan untuk musim 2026, menyusul pendekatan rahasia lainnya yang sempat dilakukan Carlos Sainz sebelum Christian Horner didepak dari jabatannya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!