Carlos Sainz tiba di Baku dengan senyum tipis. Di hadapannya, sirkuit jalan raya Azerbaijan membentang, membawa ingatan 12 bulan lalu ketika ia meraih podium pertamanya bersama Williams. Namun, di balik memori manis itu, pembalap Spanyol ini sedang melalui periode yang penuh liku di musim 2026.

“Baku selalu menjadi tempat yang istimewa bagi saya,” ujar Sainz saat berbicara dengan Motorsport.com di awal pekan balap. “Ini adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya, podium pertama bersama Williams. Jadi, Baku sekarang menjadi tempat yang penting.”
Musim ini, Williams belum mampu memberikan paket yang kompetitif. Mobil FW48 sering kali kesulitan bersaing di posisi depan, membuat Sainz frustrasi. “Saya merasa performa saya tahun ini cukup baik. Saya berusia 32 tahun dan berada di puncak karier. Tapi hasilnya tidak mencerminkan itu. Mobil sering bermasalah, dan kami tidak mencapai target,” keluhnya.

Meski demikian, Sainz tetap optimistis. Ia yakin pengalaman dan kecepatannya bisa membantu Williams bangkit. “Saya membawa pengalaman dari Ferrari, dan saya tahu apa yang dibutuhkan tim untuk menjadi top. Kami memiliki James Vowles yang berasal dari Mercedes, dan Alex Albon yang pernah merasakan atmosfer Red Bull. Kami sedang berusaha mengembalikan Williams ke level atas,” tambahnya.
Kontras antara keyakinan diri dan realitas hasil membuat musim ini terasa berat. Sainz menyebutnya sebagai “tahun yang hilang” jika tidak ada perbaikan signifikan. “Saya harap ini hanya tahun yang aneh, dan musim depan kami bisa berada di posisi yang lebih baik,” harapnya.
Di Baku, Sainz bertekad mengulang keajaiban tahun lalu. Meski peluangnya tipis, ia tidak akan menyerah. “Saya akan memberikan segalanya untuk tim ini. Baku adalah tempat di mana segalanya mungkin terjadi,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!