Flavio Briatore tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Bos Alpine itu melontarkan peringatan keras kepada Franco Colapinto setelah insiden yang menyingkirkan rekan setimnya, Pierre Gasly, di Grand Prix Azerbaijan.
Semua bermula saat restart safety car. Colapinto yang kehilangan kendali mengunci ban di tikungan pertama dan menghantam sisi mobil Gasly. Gasly kemudian menabrak Lando Norris, dan dalam sekejap tiga pembalap terdepan tersingkir. Insiden itu membuat Colapinto mendapat penalti turun lima posisi grid untuk GP Bahrain pekan depan.
Bagi Alpine, ini pukulan telak. Baik Colapinto maupun Gasly sedang berada di dalam sepuluh besar, dan poin ganda sepertinya sudah di depan mata. Kini, Alpine harus puas duduk di peringkat enam klasemen konstruktor dengan 68 poin, tertinggal 15 angka dari Racing Bulls dalam perebutan posisi kelima.

“Tentu saja saya sangat kecewa dengan hasil balapan hari ini, mengetahui kami kehilangan poin berharga dalam perebutan gelar,” ujar Briatore dalam rilis pers Alpine. “Insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi, terutama ketika kami tampil baik dengan kedua mobil di posisi poin. Saya sangat menyesal untuk tim dan Pierre yang telah melakukan pekerjaan hebat sepanjang akhir pekan. Permintaan maaf saya juga untuk Lando dan McLaren karena telah merusak balapan mereka.”
Briatore tidak main-main. Ia menyebut manuver Colapinto sebagai “tindakan yang sangat buruk” untuk pembalap dengan pengalamannya. “Saya tahu Franco telah mengambil tanggung jawab penuh, sebagaimana seharusnya; faktanya dia terlambat mengerem mengingat konteks balapan dan restart safety car. Itu tindakan yang sangat buruk untuk pembalap dengan pengalamannya. Saya ingin meluangkan waktu untuk merenung dan mempertimbangkan tindakan apa yang harus diambil, sehingga kami bisa belajar dan menghindari situasi seperti ini di masa depan.”
Reaksi dari paddock pun beragam. Juara dunia bertahan Norris sangat pedas dan mengatakan Colapinto layak mendapat larangan balapan. Namun, Max Verstappen dan George Russell justru membela pembalap Argentina itu. Mereka menilai insiden semacam itu bisa terjadi pada siapa saja, terutama dalam kondisi restart yang menegangkan.
Insiden ini menjadi pukulan bagi Alpine yang tengah berjuang di pertengahan musim. Kehilangan poin di Azerbaijan bisa berdampak besar pada posisi mereka di klasemen. Briatore dikenal sebagai sosok yang tidak segan mengambil tindakan tegas, dan pernyataannya ini menjadi sinyal bahwa Colapinto berada di bawah tekanan besar. Keputusan mengenai sanksi internal masih menunggu, tetapi satu hal yang pasti: Alpine tidak bisa terus kehilangan poin akibat kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!