SPONSORED

Briatore Minta Maaf ke Norris Usai Insiden Baku

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Briatore Minta Maaf ke Norris Usai Insiden Baku
TO NEWS OVERVIEW
Briatore Minta Maaf ke Norris Usai Insiden Baku

Flavio Briatore menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Lando Norris dan tim McLaren menyusul kecelakaan tiga mobil yang melibatkan pembalap Alpine, Franco Colapinto, pada Grand Prix Azerbaijan. Insiden tersebut mengakhiri balapan Norris yang tengah berada dalam posisi kompetitif.

Kecelakaan terjadi saat restart safety car di Sirkuit Baku City. Colapinto, yang menggunakan ban dingin, mengalami lock-up di Tikungan 1 dan menabrak rekan setimnya, Pierre Gasly. Dampak tabrakan mendorong Gasly ke arah Norris, yang kemudian membuat ketiga pembalap gagal menyelesaikan balapan. Briatore, yang menjabat sebagai Executive Advisor Alpine, menyebut manuver tersebut sebagai "sangat buruk" dan merasa kehilangan poin berharga.

Melalui akun Instagram pribadinya, Briatore menulis, "Saya kecewa dengan hasil GP Azerbaijan, mengetahui kami kehilangan poin berharga. Saya sangat menyesal untuk tim dan Pierre... Permintaan maaf saya juga untuk Lando dan McLaren karena telah merusak balapan mereka. Saya tahu Franco telah mengambil tanggung jawab penuh, sebagaimana mestinya. Kami sekarang harus melihat ke depan dan memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi."

Leclerc Bocorkan Detail Mesin Ferrari di Baku?
Baca JugaLeclerc Bocorkan Detail Mesin Ferrari di Baku?

Colapinto sendiri mengakui kesalahannya usai balapan. Dalam wawancara dengan Sky Sports F1, pembalap berusia 23 tahun itu mengatakan, "Ya, tentu. Saya rasa untuk seluruh tim, bukan hanya Pierre, ini adalah kesalahan besar. Jadi, permintaan maaf yang besar untuk Pierre, untuk semua orang di pabrik yang telah bekerja sangat keras. Kami kehilangan banyak, yah, posisi di mana kami berada dengan kedua mobil di zona poin. Sangat sedih dan kecewa. Jadi, ya, permintaan maaf yang besar. Ini kesalahan besar. Hanya, ya, rem dingin, ban dingin. Lock-up dan benar-benar di luar kendali. Jadi, sayangnya, saya juga menyingkirkan Pierre dan Lando. Tapi, permintaan maaf besar untuk keduanya."

ADVERTISEMENT

Insiden ini menjadi pukulan bagi Alpine yang tengah berjuang mengumpulkan poin di klasemen konstruktor. Kehilangan Gasly dan Colapinto di Baku menambah tekanan pada tim yang harus segera bangkit. Sementara bagi McLaren, tersingkirnya Norris mengurangi peluang mereka untuk meraih hasil maksimal, meskipun posisi mereka di klasemen masih relatif aman.

Fokus kini beralih ke Grand Prix Bahrain, yang akan digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, pada 2-4 Oktober. Balapan ini menjadi kesempatan bagi semua tim untuk melupakan insiden di Baku dan kembali bersaing memperebutkan poin penting. Alpine berharap dapat memanfaatkan momentum untuk memperbaiki performa, sementara McLaren akan berusaha memaksimalkan potensi Norris dan rekan setimnya.

Dengan insiden ini, diskusi mengenai keselamatan dan pengambilan risiko saat restart safety car kembali mencuat. Para pembalap dan tim diingatkan akan pentingnya kewaspadaan ekstra dalam kondisi ban dingin, terutama di sirkuit jalan raya seperti Baku. Keputusan cepat dan akurat sangat menentukan hasil akhir balapan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU