SPONSORED

Bottas Ungkap Penyebab Pace Lambat di F1 2026 Azerbaijan

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Bottas Ungkap Penyebab Pace Lambat di F1 2026 Azerbaijan
TO NEWS OVERVIEW
Bottas Ungkap Penyebab Pace Lambat di F1 2026 Azerbaijan

Valtteri Bottas akhirnya buka suara soal pace yang jauh tertinggal dari rekan setimnya di Cadillac, Sergio Perez, pada Grand Prix Azerbaijan. Rata-rata ia tertinggal 1,7 detik per lap—selisih terbesar antar pembalap satu tim di musim 2026 sejauh ini. Bahkan lap tercepatnya kalah 1,489 detik dari Perez. Balapan berakhir tragis: ia menabrak dinding di lap terakhir setelah mobilnya kehilangan kendali akibat pola deployment yang kacau.

Insiden itu terjadi setelah Bottas melebar ke jalur escape di Tikungan 1, menambah jarak tempuh, dan rem belakangnya gagal berfungsi saat memasuki Tikungan 15. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah pace yang sudah buruk sejak awal. Perez hampir saja melap Bottas sebelum crash. “Saya paham dari luar terlihat buruk, dan di dalam mobil juga terasa buruk,” ujar Bottas di Malaysia, Kamis (26/3). “Tidak ada cara untuk mengikuti pack. Saya coba segalanya, tapi tetap kehilangan waktu, terutama di lintasan lurus dan tikungan.”

Bottas menjelaskan bahwa masalah utama bukan sekadar power unit. Ada kombinasi antara damper yang degradasi karena panas, lantai mobil yang kehilangan downforce, dan power steering yang melemah sepanjang akhir pekan. “Kami mengubah banyak hal untuk kualifikasi, termasuk damper dan lantai, dan rasanya lebih baik. Tapi saat balapan, ride-nya menurun drastis. Kami masih kekurangan data tekanan udara di beberapa bagian lantai, jadi tidak punya informasi lengkap tentang aerodinamika,” tambahnya.

Jadwal F1 Bahrain 2026 di Malaysia: Jam Start di Sepang
Baca JugaJadwal F1 Bahrain 2026 di Malaysia: Jam Start di Sepang

Faktor lain yang memperparah adalah perbedaan power unit. Perez sudah menggunakan mesin Ferrari spesifikasi ADUO 2, sementara Bottas belum. Awalnya perbedaan ini dianggap kecil, tetapi data menunjukkan sebaliknya. “Perbedaan power unit mungkin lebih besar dari perkiraan. Kami punya angka teoretis, tapi itu perbandingan mesin baru vs lama. Jadi ya, kombinasi semua itu membuat saya sangat lambat,” jelas Bottas.

ADVERTISEMENT

Kapan Bottas akan mendapatkan mesin ADUO 2? Ia menyebut peluangnya “50:50” untuk tersedia di Sepang akhir pekan ini. Jika tidak, ia harus menunggu hingga Singapura pekan depan. Sementara itu, Perez tidak akan memakai mesin tersebut di Malaysia karena beralih ke power unit berbeda. Keputusan ini tentu strategis, mengingat pentingnya performa mesin di sirkuit seperti Sepang yang menuntut tenaga besar.

Bagi Cadillac, selisih pace antar pembalap menjadi alarm serius. Tim harus segera menemukan solusi teknis, terutama dalam memahami karakter lantai mobil dan menjaga konsistensi performa sepanjang balapan. Jika tidak, mereka berisiko terus tertinggal di klasemen konstruktor. Bottas sendiri menegaskan akan terus mendorong batas, meski harus mengakui bahwa mobil saat ini belum mampu bersaing secara konsisten.

Dengan musim yang masih panjang, pengembangan mobil dan integrasi power unit menjadi kunci. Akankah Bottas bangkit di Sepang? Kita tunggu aksi keduanya di lintasan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU