Valtteri Bottas meminta Cadillac untuk menyelidiki potensi gangguan komputer yang tidak biasa pada mobilnya setelah mengalami kecelakaan di tahap akhir Grand Prix Azerbaijan. Pembalap Finlandia itu menjalani balapan yang sulit di Baku City Circuit, hanya mampu bersaing dengan tim Aston Martin di posisi belakang.
Bottas sebenarnya hampir mencapai garis finis, meski berada di posisi terakhir di antara mobil-mobil yang masih bertahan. Namun, ia kehilangan kendali di Tikungan 15, hanya beberapa meter sebelum memulai putaran kedua dari belakang. Insiden tersebut membuatnya gagal finis dan memicu pertanyaan tentang keandalan sistem elektronik mobil MAC-26.
Setelah balapan, Bottas menduga bahwa kesalahan di Tikungan 1 sebelumnya, di mana ia melebar dan memakan waktu untuk kembali ke lintasan, mungkin telah menyebabkan sistem di mobilnya menjadi bingung. "Pertama-tama, di putaran yang sama, saya mengalami lock-up di Tikungan 1, saya melebar," jelasnya. "Kemudian saya pikir sistemnya menjadi sedikit bingung karena jarak tempuh ekstra."

Ia menambahkan, "Saya mengalami super-clip yang hebat di Tikungan 15 dan kemudian, saat saya menginjak rem, hanya rem depan yang bekerja. Rasanya seperti saya tidak lagi melakukan pengereman regeneratif dengan ban belakang, jadi ada sesuatu yang menjadi bingung. Kami perlu memeriksa apa yang terjadi, tapi ini aneh, karena rasanya seperti saya kehilangan rem belakang. Rasanya seperti saya kehilangan pengereman regeneratif belakang."
Bottas begitu penasaran hingga ia tetap berada di lokasi kejadian untuk memeriksa mobilnya. Tindakan itu membuatnya mendapat masalah dengan steward, yang menyelidikinya karena berada di tempat yang tidak aman. Insiden ini kemungkinan akan memicu debat lebih lanjut tentang popularitas regulasi F1 yang mulai berlaku musim ini, yang meningkatkan komputerisasi pada unit daya hybrid baru yang hampir 50/50.
Kecelakaan Bottas menambah daftar masalah yang dihadapi tim-tim dengan teknologi baru. Sebelumnya, Flavio Briatore dari Alpine juga membuat janji setelah kecelakaan Franco Colapinto, dan Red Bull memberikan pujian radio kepada Isack Hadjar selama kembalinya yang luar biasa ke F1. Kasus Bottas menyoroti betapa kompleksnya sistem pada mobil generasi terbaru, di mana kesalahan kecil dapat berdampak besar.
Dengan insiden ini, Cadillac diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada mobil Bottas. Hasil penyelidikan tidak hanya penting untuk memperbaiki performa tim, tetapi juga untuk memastikan keselamatan pembalap di lintasan. F1 sendiri tengah berada di bawah tekanan untuk mengevaluasi kembali regulasi teknis yang dianggap terlalu rumit dan berpotensi membahayakan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!