CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melancarkan kritik tajam terhadap cara kerja FIM Stewards menyusul insiden kontroversial yang melibatkan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi pada balapan Tissot Sprint GP Qatar di Sirkuit Lusail. Insiden di Tikungan 1 pada lap keempat tersebut membuat Bezzecchi harus tersingkir dari lintasan secara prematur saat keduanya tengah bertarung sengit di barisan terdepan.
Sementara itu, Marquez tetap mampu mengendalikan motor Ducati miliknya untuk melenggang meraih kemenangan sprint yang krusial dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Keputusan pengawas balapan yang langsung melabeli insiden tersebut sebagai murni insiden balapan memicu kekecewaan mendalam dari kubu pabrikan Noale, terutama mengingat dampak masif yang ditimbulkannya terhadap persaingan klasemen.
Berbicara menjelang digelarnya balapan utama GP Qatar, Rivola menegaskan bahwa pandangannya sama sekali tidak berubah seiring berjalannya waktu. Ia menyayangkan hilangnya peluang pembalapnya untuk terus bertarung memperebutkan titel hingga seri-seri pemungkas musim 2026 ini, seraya menyoroti perlunya investigasi yang jauh lebih mendalam dari panel pengawas balapan.

"Pertama-tama, saya merasa sangat kecewa karena Marco layak untuk tetap berada dalam persaingan hingga akhir jika melihat perjuangannya sepanjang musim ini," ujar Rivola kepada feed resmi MotoGP. "Dan sekarang dia tersingkir dari perebutan gelar. Setelah 24 jam berlalu, saya memiliki pandangan yang persis sama seperti setelah 24 detik kejadian itu berlangsung."
Lebih lanjut, pimpinan tim asal Italia tersebut mempertanyakan standar penilaian yang diterapkan oleh para steward terhadap manuver di tikungan awal. Menurutnya, panel pengawas seharusnya meluangkan waktu untuk mendengarkan keterangan dari kedua pembalap secara lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan final yang tidak dapat diganggu gugat.
"Bagi saya, situasi ini sebenarnya cukup mudah untuk dinilai. Panel pengawas memang mengemban tugas yang sulit, tetapi dalam tabrakan seperti ini ada aturan dasar yang jelas untuk diikuti, yaitu siapa pihak yang paling dominan menjadi penyebabnya. Aturan pertama untuk menilainya adalah melihat siapa yang sebenarnya bisa menghindari kecelakaan tersebut," imbuh Rivola dengan nada tegas.
Di sisi lain, Marquez membela diri dengan menyatakan bahwa ia hanya mengambil jalur balap normal yang konsisten digunakannya sepanjang akhir pekan di Lusail. Namun, argumentasi tersebut ditepis mentah-mentah oleh petinggi Aprilia yang balik melontarkan pertanyaan mengenai ruang gerak yang tersisa bagi pembalapnya saat insiden maut tersebut terjadi di Tikungan 1.
"Maksud saya, pertanyaannya adalah apa yang Anda pikir bisa dilakukan oleh Bezzecchi secara berbeda dalam situasi itu? Marc memang melakukan apa yang biasa ia lakukan, tetapi ada pembalap lain yang berada di jalurnya. Jadi, bukan Marco yang bergerak ke arah Marc, melainkan justru sebaliknya," tutup Rivola.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!