Kimi Antonelli berhasil mengamankan podium penting di Sirkuit Marina Bay meski harus menghadapi masalah rem yang hampir membuatnya menabrak tembok pembatas. Pembalap Mercedes tersebut mengakui bahwa balapannya di Grand Prix Singapura berjalan jauh lebih menegangkan dari apa yang terlihat di permukaan, terutama setelah ia harus berjuang dengan daya henti mobil yang buruk akibat kombinasi suhu lintasan yang ekstrem dan kendala sensor.
Masalah pada W17 yang dikemudikannya bahkan sudah muncul sebelum lampu start padam. Tim mekanik mendeteksi adanya kegagalan pada sensor rem saat mobil masih berada di grid pelepasan. Perbaikan darurat langsung dilakukan di tempat, namun konsekuensinya tim harus merelakan mobil turun ke lintasan tanpa dukungan data pengereman sama sekali sepanjang balapan berlangsung.

Situasi semakin memburuk ketika balapan berjalan dan pembalap muda asal Italia tersebut mulai mengeluhkan hilangnya daya cengkeram pengereman saat berada di udara kotor di belakang mobil pembalap lain. Dalam sesi konferensi pers usai balapan, ia menjelaskan bagaimana cara ia mengatasi situasi darurat tersebut di atas kokpit. "Well, just trying to lift and coast before every braking and to arrive a bit slower and put less pressure on the pedal," ujarnya menjelaskan strategi adaptif yang ia ambil di tengah tekanan ketat.

Ia juga menambahkan krisis yang terjadi saat periode Virtual Safety Car berakhir. "Because especially on the restart of the VSC, when I went to brake, nothing happened. I had really poor stopping, brake power and I almost went into the wall. So, it was just very tricky out there, and also the pedal was very long," ungkapnya menceritakan detik-detik menegangkan ketika pedal remnya terasa sangat dalam dan nyaris gagal berfungsi.
Selain masalah sensor dan udara kotor yang membuat temperatur perangkat pengereman melonjak drastis hingga mengeluarkan bau menyengat, pemimpin klasemen sementara kejuaraan dunia ini juga menyoroti kinerja paket pembaruan teknis terbaru milik skuad Brackley. Menurutnya, paket aerodinamika dan performa tersebut masih memiliki jendela operasional yang terlalu sempit di lintasan lambat seperti Marina Bay, di mana George Russell dan rekan setimnya harus bekerja ekstra keras untuk memahami potensi penuh mobil sebelum seri berikutnya di Austin.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!