Alpine kembali angkat bicara. Setelah insiden kontroversial yang melibatkan Franco Colapinto dan Pierre Gasly di Grand Prix Azerbaijan, tim asal Enstone itu mengecam keras gelombang pelecehan online yang menerpa komunitas Formula 1.
Insiden bermula saat restart Safety Car di Tikungan 1. Colapinto melakukan manuver nekat dan menabrak rekan setimnya, Gasly. Mobil Alpine yang terkena dampak kemudian menghantam McLaren milik Lando Norris. Akibatnya, Gasly dan Norris langsung tersingkir, sementara Colapinto harus menyelesaikan balapan lebih awal dengan mobil rusak. Kejadian ini memicu Safety Car kedua.
Colapinto menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada Gasly usai balapan. Namun, Norris tidak tinggal diam. Ia menyerukan larangan satu balapan untuk pembalap Argentina itu dan menyatakan bahwa "beberapa pembalap seharusnya tidak berada di Formula 1." Pernyataan ini memperkeruh suasana, terlebih insiden tersebut terjadi tidak lama setelah Gasly secara terbuka mengutuk pelecehan online yang ia alami pasca Grand Prix Spanyol.

Alpine pun merasa perlu untuk kembali menyuarakan sikap mereka. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu, tim menegaskan bahwa kebencian dan pelecehan online tidak boleh ditoleransi. "Sebagai tim, kami merasa perlu untuk berbicara sekali lagi tentang kebencian dan pelecehan online setelah Grand Prix Azerbaijan," tulis Alpine.
Mereka menekankan bahwa serangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pembalap mereka sendiri, tetapi juga kepada anggota komunitas Formula 1 lainnya, termasuk media, dan tim lawan yang mereka hormati. "Kesalahan terjadi saat balapan di batas kemampuan, dan tidak peduli hasilnya, tidak seorang pun boleh menjadi sasaran komentar kebencian atau pelecehan," lanjut pernyataan itu.
Alpine juga menegaskan bahwa penolakan terhadap pelecehan online bersifat universal. "Mengutuk pelecehan di media sosial tidak ditujukan untuk satu basis penggemar tertentu. Ini universal dan harus disuarakan serta disadari oleh semua penggemar olahraga ini," tegas mereka. Tim menyatakan solidaritas dengan Formula 1, FIA, dan tim lain untuk memberantas masalah ini.
Sebelumnya, Alpine juga pernah angkat bicara soal pelecehan online, termasuk di Grand Prix China ketika Colapinto bertabrakan dengan Esteban Ocon. Tim menyadari tanggung jawab mereka sebagai peserta dan pemangku kepentingan untuk mencari solusi. Mereka berkomitmen bekerja sama dengan promotor dan badan pengatur untuk mengatasi pelecehan online dan mendorong rivalitas sportif yang sehat.

Dengan kejadian ini, Alpine berharap semua pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi insiden balapan. Pelecehan online bukanlah bagian dari sportivitas yang menjadi ciri khas Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!