SPONSORED

Alonso Puji Aston Martin Meski Mesin Honda Masih Jadi Kelemahan

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Alonso Puji Aston Martin Meski Mesin Honda Masih Jadi Kelemahan
TO NEWS OVERVIEW
Alonso is not looking forward to Monza with the Honda engine

Kiprah Fernando Alonso di Grand Prix Belanda memang layak diacungi jempol. Start dari posisi ke-18, pebalap asal Spanyol itu finis di posisi kesembilan, membawa pulang dua poin berharga bagi Aston Martin. Namun di balik senyum puasnya, ada catatan penting yang ia sampaikan terkait performa mobil AMR26.

Alonso menilai bahwa sasis baru yang dibawa tim ke Zandvoort sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Namun, ia tetap menganggap bahwa Honda sebagai pemasok unit tenaga masih menjadi titik terlemah dari mobil tersebut. Menurutnya, mesin generasi terbaru yang dipasang justru membuat tim harus memulai lagi dari titik nol.

“Kita harus menunggu sedikit lebih lama untuk urusan mesin. Akhir pekan ini tidak memberikan hasil yang kami harapkan. Kami tidak mendapatkan handling dan perpindahan gigi yang kami inginkan. Semua yang sudah kami tingkatkan dengan mesin pertama, kembali lagi ke titik awal dengan mesin kedua ini,” ujar Alonso kepada AS.

Tsunoda Bantah ke IndyCar: Fokus Utama Tetap F1
Baca JugaTsunoda Bantah ke IndyCar: Fokus Utama Tetap F1

Optimasi Mesin Butuh Waktu

Alonso memperkirakan tim membutuhkan dua hingga tiga balapan untuk mengoptimalkan unit tenaga anyar tersebut. Meski begitu, ia tetap optimistis dengan arah pengembangan yang diambil tim. “Kami sudah punya arah yang jelas, tinggal mengoptimalkan dan bekerja maksimal dengan paket ini,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, ia tak bisa menutup mata terhadap tantangan di depan. “Untuk sisa musim ini, akan ada sirkuit yang cocok dan ada juga yang tidak. Monza akan menjadi salah satu yang terburuk, dan kami mungkin tidak akan mencetak poin di sana. Tapi kami akan terus mencoba memperbaiki aspek handling ini,” tambah pebalap berusia 45 tahun tersebut.

Hasil P9 di Zandvoort menjadi suntikan motivasi besar bagi tim. Alonso meyakini bahwa Aston Martin dan Honda sama-sama terpacu untuk terus berkembang. “Semua orang sekarang sangat termotivasi. Hasil ini membuat pabrik-pabrik akan bekerja lembur, karena semua orang menginginkan lebih,” ujarnya.

Dengan finis di posisi poin, Alonso mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai satu-satunya pebalap selain Graham Hill yang mampu mencetak poin di usia di atas 45 tahun. Prestasi ini menegaskan bahwa usia hanyalah angka, dan pengalaman tetap menjadi senjata utama di ajang Formula 1.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU