Musim kompetisi Women's Circuit Racing World Championship atau WorldWCR 2026 menyajikan drama kelas dunia ketika Chloe Jones menampilkan manuver cemerlang pada seri pemungkas di Circuito de Jerez, Spanyol. Sempat mengalami awal musim yang berat bersama skuad Crescent, pembalap asal Inggris tersebut membuktikan kapasitasnya dengan menaklukkan juara dunia berpengalaman di tikungan terakhir balapan krusial akhir pekan lalu.
Perjalanan pebalap berusia 22 tahun ini sepanjang tahun 2026 memang penuh lika-liku setelah kepindahannya ke struktur tim yang mengorganisasi proyek pabrikan Yamaha. Kendati sempat kesulitan menembus barisan depan pada paruh awal musim, ia perlahan mampu menemukan ritme terbaiknya hingga konsisten bersaing di jajaran lima besar dan mengamankan podium di Misano.
Puncak performa sang rider terlihat jelas tatkala lampu start padam di balapan kedua seri Jerez, di mana ia langsung melesat ke grup terdepan. Pertarungan sengit terjadi hingga lap pamungkas sebelum ia mengeksekusi strategi brilian untuk meredam perlawanan ketat dari sang rival utama di atas lintasan balap.

Dilansir dari Speedweek, kesuksesan tersebut diraih berkat pemahaman mendalam terhadap pola balap sang lawan yang kerap mengambil jalur sempit di tikungan krusial. Manuver luar biasa dari sisi luar berhasil memupus ambisi sang juara dunia untuk menutup ruang gerak di tikungan penutup.
"Es fuhlt sich so groĆartig an, nach Misano noch einmal in diesem Jahr auf das Podium zu fahren," ungkap Chloe Jones kepada SPEEDWEEK.com usai merayakan keberhasilan finis di posisi tiga besar. "Es war das letzte Meeting und ich hatte keinen Druck. Fur nachstes Jahr habe ich noch nichts, also ging es um alles oder nichts. Das erste Rennen war etwas schwierig, dafur kam ich im zweiten Lauf stark zuruck. Mit der Weltmeisterin kampfen zu konnen, fuhlte sich gut an."
Menanggapi momen krusial saat menyalip dari sisi luar lintasan Jerez, sang bintang muda mengakui bahwa dirinya telah mempelajari rekaman balapan sebelumnya secara teliti. Prediksi matang tersebut berbuah manis dan mengamankan posisinya di podium penutup musim.
"Ich dachte mir schon, dass Maria nach innen ziehen wurde, denn sie hatte dasselbe am Samstag getan und ich habe mir auch die Rennen vom vergangenen Jahr angeschaut, in denen sie es genauso machte," imbuh Maria Herrera, mengomentari jalannya insiden sengit tersebut sembari tersenyum lebar. "Also konnte ich davon ausgehen, dass sie es wieder so tun wurde. Ich musste nur auĆen bleiben und ihr den Weg abschneiden. Es war eng, aber es war mega."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!