SPONSORED

Verstappen Lolos Hukuman, Pertahankan Pole Sprint GP Singapura

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Verstappen Lolos Hukuman, Pertahankan Pole Sprint GP Singapura
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen stormed to a superb pole position in Singapore

Dunia Formula 1 sempat dihadapkan pada ketegangan ketika Max Verstappen harus menghadapi investigasi steward akibat dugaan pelanggaran bendera kuning pada sesi kualifikasi Sprint Grand Prix Singapura. Insiden krusial tersebut melibatkan manuver overtaking terhadap Lewis Hamilton di Tikungan 7, tepat saat lampu LED sirkuit berubah berkedip yang menandakan pengibaran bendera kuning secara resmi.

Permasalahan bermula ketika Hamilton melayangkan protes keras karena merasa pembalap andalan Red Bull Racing tersebut melakukan tindakan menyalip dalam kondisi zona bahaya yang menuntut perlambatan kecepatan. Situasi ini langsung memicu ancaman sanksi berat yang berpotensi menggagalkan dominasi sang juara bertahan di Sirkuit Marina Bay, tempat di mana presisi dan ketepatan membaca regulasi teknis menjadi kunci utama.

Meskipun berada dalam bayang-bayang investigasi, Verstappen tetap tampil luar biasa di lintasan untuk mengamankan posisi start terdepan usai mengungguli catatan waktu tercepat George Russell dengan selisih tipis lebih dari sepersepuluh detik. Namun, perjuangan belum selesai karena ia harus menghabiskan waktu berjam-jam di ruang steward bersama Hamilton guna memberikan penjelasan komprehensif terkait insiden kontroversial tersebut.

Toto Wolff Delivers Scathing Verdict on George Russell Conspiracy Theory
Read AlsoToto Wolff Delivers Scathing Verdict on George Russell Conspiracy Theory

Setelah melakukan investigasi mendalam dengan memeriksa data telemetri, rekaman video, serta mendengarkan argumen dari kedua belah pihak, panel pengawas balapan akhirnya memutuskan bahwa tindakan yang diambil tidak melanggar Lampiran H, Pasal 2.5.5b dari Kode Olahraga Internasional FIA. Dokumen resmi stewards menjelaskan bahwa data telemetri membuktikan pembalap asal Belanda itu langsung mengangkat kaki dari pedal gas seketika melihat indikator peringatan.

ADVERTISEMENT

"Pembalap Mobil 3 menjelaskan bahwa ia sedang berada dalam posisi menginjak gas saat keluar dari tikungan 7 dan kemudian melihat bendera kuning lalu mengangkat kaki," tulis pernyataan resmi para steward balapan. "Hal ini dikonfirmasi oleh telemetri. Dalam jarak kurang lebih 40 meter sejak memasuki sektor bendera kuning, Pembalap Mobil 3 telah mengangkat gas sepenuhnya."

Pihak pengawas balapan juga mencatat bahwa perbedaan kecepatan atau speed differential yang masif menjadi pemicu utama terjadinya penyalipan tersebut. Saat kejadian, Mobil 44 yang dikemudikan Hamilton sedang melakukan pengereman drastis hingga melambat di bawah 60 km/jam, sementara Verstappen tengah melaju dalam kecepatan penuh pada putaran cepat setelah keluar tikungan.

Pertimbangan logis turut diambil oleh para pengawas setelah mendengarkan argumen tambahan bahwa upaya menghindari manuver menyalip secara paksa justru berisiko memicu pengereman mendadak yang membahayakan keselamatan pembalap lain di lintasan. Dengan demikian, keputusan final resmi dikeluarkan tanpa menjatuhkan hukuman apa pun, memastikan posisi pole position tetap berada di tangan pembalap Red Bull tersebut sementara rivalnya harus puas memulai balapan dari grid keenam.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU