Gejolak besar terjadi di paddock WorldSSP menjelang musim-musim mendatang setelah Ten Kate Racing dikabarkan bakal mengakhiri era suksesnya bersama pabrikan asal Jepang. Tim balap asal Belanda yang bermarkas di Nieuwleusen ini disebut-sebut telah memutus kontrak kerjasamanya dengan Yamaha dan bersiap menempuh lembaran baru yang mengejutkan di ajang balap motor internasional.
Spekulasi kuat menyebutkan bahwa skuad kawakan ini telah mengikat kontrak multi-tahun dengan pabrikan asal Tiongkok, QJ Motor, yang mulai menunjukkan ambisi masif di kancah balap motor dunia. Kendati pihak manajemen di Nieuwleusen belum memberikan konfirmasi resmi maupun bantahan terbuka terkait rumor kepindahan tersebut, sumber terpercaya memastikan bahwa hubungan dengan Yamaha telah resmi disudahi.
Langkah strategis ini menandai babak baru bagi Ten Kate Racing yang sebelumnya merajai kejuaraan Supersport dunia. Bersama Yamaha, tim ini sukses merengkuh gelar juara dunia bergengsi melalui aksi gemilang Dominique Aegerter pada musim 2021 dan 2022, serta dominasi lanjutan yang ditunjukkan oleh Stefano Manzi.

Di sisi lain, QJ Motor sendiri bukanlah nama baru di kejuaraan WorldSSP karena telah berpartisipasi sejak 2024 lalu melalui kemitraan bersama sebagian kru tim Puccetti. Pabrikan Tiongkok ini berencana memperluas ekspansi global dengan mendirikan divisi balap mandiri di negeri asalnya serta menggelontorkan investasi besar demi mendongkrak performa motor di lintasan.
Pergerakan bursa pembalap pun langsung mengikuti dinamika kepindahan pabrikan ini ke skuad baru. Can Oncu dikabarkan akan tetap setia di dalam garasi tim dan menjadi ujung tombak proyek ambisius tersebut, sementara talenta berbakat kelas menengah Zonta van den Goorbergh kini masuk dalam radar kuat untuk mengisi kursi kosong pembalap kedua.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!