Takamoto Katsuta Jelaskan Kendala di WRC Swedia 2026

Takamoto Katsuta
© Toyota GAZOO RACING

WRC, Sportrik Media - Takamoto Katsuta mengungkap penyebab utama yang menurutnya menghambat peluang untuk bertarung hingga akhir Rally Sweden 2026, meski tetap finis kedua di belakang rekan setimnya, Elfyn Evans. Pembalap Jepang itu kembali menjadi runner-up di Swedia untuk tahun kedua berturut-turut.

Takamoto Katsuta
© Toyota GAZOO RACING

Katsuta sempat memimpin reli berbasis Umeå tersebut setelah hari penuh pertama, namun performanya menurun pada Sabtu pagi saat mengemudikan Toyota GR Yaris Rally1 miliknya bersama Toyota Gazoo Racing World Rally Team. Ia merasakan perubahan karakter mobil yang signifikan dan sulit dijelaskan pada saat itu.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi pada Sabtu pagi. Saya mengatakan kepada para insinyur bahwa pasti ada sesuatu yang tidak beres pada mobil karena rasanya benar-benar berbeda. Mobil tidak mau berbelok dan tidak ada grip. Rasanya sangat menakutkan,” ujar Katsuta.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, tim menemukan adanya kehilangan sejumlah stud pada ban akibat kondisi es murni pada pagi hari tersebut. Hal itu memengaruhi tingkat cengkeraman mobil secara keseluruhan.

“Pada akhirnya kami menemukan ada efek yang tidak normal dari ban. Kami kehilangan cukup banyak stud karena kondisi es yang sangat keras di pagi hari. Itu sedikit aneh. Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak karena tim bekerja sangat keras untuk memperbaikinya. Tetapi tentu saja ini menyakitkan karena saya ingin bertarung sampai akhir,” tambahnya.

Perwakilan pemasok ban Hankook, Steven Cho, menjelaskan bahwa jumlah stud yang hilang pada ban belakang kiri Katsuta memang lebih tinggi dari rata-rata.

ADVERTISEMENT

“Biasanya pada akhir loop pagi, kehilangan dua atau tiga stud dari satu set ban adalah hal yang umum. Pada ban Taka, jumlahnya sekitar sembilan atau sepuluh stud. Dari total 384 stud, itu sekitar 2,5 persen. Angkanya sedikit lebih tinggi dari biasanya, tetapi tidak signifikan. Kami masih perlu analisis lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya,” jelas Cho.

Meskipun selisih akhir dengan Evans mencapai 14,3 detik, Katsuta menilai hasil akhir mungkin tidak akan berubah secara signifikan. Ia mengakui performa Evans sepanjang akhir pekan memang sangat kuat.

“Saya rasa bahkan tanpa masalah itu pun hasilnya mungkin tidak berubah. Elfyn sangat kuat dan pantas menang. Saya sangat senang untuknya dan untuk tim. Saya hanya perlu melupakannya dan memperbaiki hal-hal dari sisi saya untuk terus berkembang,” kata Katsuta.

Ia juga menilai Rally Sweden 2026 sebagai salah satu reli terbersih dalam kariernya dari sisi kesalahan pribadi. Dalam kondisi musim dingin yang menuntut presisi tinggi, ia merasa semakin nyaman dengan karakter mobil.

“Bagi saya, ini mungkin salah satu reli paling bersih. Tahun lalu di Finlandia juga bagus, tetapi reli ini dalam kondisi yang sangat menantang dan saya merasa sangat nyaman dengan mobil. Hampir tidak ada momen berbahaya. Saya rasa performa saya semakin baik, hanya perlu menjaga konsistensi seperti ini.”

Finis kedua memperkuat posisi Katsuta di papan atas klasemen pembalap WRC 2026. Meski peluang kemenangan perdana masih tertunda, stabilitas performa di Swedia menunjukkan kematangan teknis yang semakin berkembang menjelang putaran berikutnya.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU