SPONSORED

Steiner: Bottas Menyerah, Cadillac Bisa Gantinya

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Steiner: Bottas Menyerah, Cadillac Bisa Gantinya TO NEWS OVERVIEW
Steiner: Bottas Menyerah, Cadillac Bisa Gantinya

Gunther Steiner kembali melontarkan kritik tajam. Kali ini, manajer asal Italia Selatan itu menilai Valtteri Bottas tidak layak diperpanjang kontraknya oleh Cadillac. Menurutnya, pembalap Finlandia itu sudah kehilangan motivasi di tengah perjuangan tim Amerika tersebut di tahun debut mereka di Formula 1.

Bottas kembali ke F1 musim ini bersama Sergio Perez. Cadillac sengaja memilih duo berpengalaman untuk mendapatkan data yang andal di musim pertama mereka. Namun, Steiner menilai keputusan itu hanya masuk akal untuk jangka pendek. Ia melihat Perez masih berusaha maksimal, sementara Bottas justru terlihat menyerah.

“Checo terus memberikan yang terbaik dengan apa yang dia miliki, dan sebagian dilakukan juga oleh Valtteri. Perez saat ini lebih baik darinya—dia mencoba melakukan sesuatu, sementara Bottas tampaknya sudah berhenti berusaha,” ujar Steiner di The Red Flags Podcast. “Jika Cadillac harus mengganti satu pembalap, mereka akan mengganti Valtteri.”

Steiner: Bottas Gave Up, Cadillac Can Replace Him
Read AlsoSteiner: Bottas Gave Up, Cadillac Can Replace Him

Hasil musim ini memang tidak berpihak pada Bottas. Ia baru menemukan performa di tiga balapan terakhir, sementara Perez sudah tiga kali finis di depannya dari empat Grand Prix yang keduanya selesaikan. Lebih dari itu, Perez nyaris mencetak poin perdana bersejarah bagi Cadillac di Monte-Carlo—sebuah momen yang justru luput dari Bottas.

ADVERTISEMENT

Steiner juga menyoroti kemungkinan penyesalan Bottas. “Saya pikir Valtteri mengharapkan sesuatu yang berbeda. Mungkin dia berpikir peran cadangan di Mercedes adalah posisi yang bagus, dan tidak sepadan berjuang keras hanya untuk finish terakhir,” tambahnya. Pernyataan ini menambah spekulasi bahwa masa depan Bottas di paddock semakin tidak pasti.

Cadillac sendiri dikabarkan mulai melirik talenta muda seperti Rafael Camara dan Leonardo Fornaroli. Jika benar, maka kursi Bottas jelas terancam. Meski begitu, Bottas masih punya sisa musim untuk membuktikan bahwa dirinya layak bertahan. Pertanyaannya, apakah ia masih punya semangat untuk berjuang? Atau seperti kata Steiner, ia sudah menyerah?

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU