Oliver Solberg tidak bisa menyembunyikan keheranannya. Pembalap Swedia itu menyebut keputusan rival-rivalnya membawa hanya satu ban cadangan sebagai langkah yang “agak bodoh”, terutama saat Elfyn Evans sedang bertarung memperebutkan gelar juara dunia.
Komentar pedas itu muncul setelah Jumat pagi yang penuh drama di reli penentu musim ini. Solberg menjadi yang tercepat di antara trio Toyota, finis ketiga saat servis siang, unggul atas Sami Pajari di posisi keempat dan Evans yang tertahan di urutan keenam. Evans sendiri masih memimpin klasemen dengan keunggulan 17 poin atas Pajari, sementara Solberg tertinggal 21 poin dari puncak.
Yang membuat Solberg geleng-geleng kepala adalah pilihan ban. Ia memulai loop pagi dengan dua ban cadangan, sementara Evans dan Pajari hanya membawa satu. “Saya pikir yang lain agak gila. Maksud saya, membawa satu cadangan, apalagi Elfyn yang sedang bertarung untuk juara, itu agak bodoh,” ujarnya.

Keputusan itu terbukti berisiko. Beberapa pembalap mengalami punctures di lintasan, termasuk Solberg sendiri di stage pembuka. Beruntung, ia hanya kehilangan waktu sedikit. “Saya rasa itu pilihan yang aman. Bukan keuntungan, tapi setidaknya aman. Anda lihat banyak puncture pagi ini, saya di stage pertama. Saya cukup beruntung tidak kehilangan banyak waktu,” tambahnya.
Meski sempat merasa ada benturan kecil sebelum ban kempes, Solberg tetap terkejut ban bisa gagal begitu saja. “Ada sesuatu yang tersembunyi di mana-mana dan Anda merasakannya terus. Di stage terakhir, saya mungkin melihat layar sepuluh kali untuk memeriksa apakah ada peringatan puncture, karena Anda jadi paranoid di sini,” jelasnya.
Loop tiga stage yang sama akan diulang sore nanti. Evans, yang menyapu jalan sebagai mobil pertama, mungkin akan mengubah strategi ban karena semakin banyak batu lepas yang bisa mempersulit tugasnya. “Tentu Anda bisa mengatur di mana menempatkan roda, tapi separuh waktu Anda tidak tahu kapan kejutan-kejutan kecil itu datang,” kata Evans.
Dengan selisih poin yang ketat, setiap keputusan ban bisa berdampak besar pada perebutan gelar. Solberg jelas memilih jalan aman, sementara Evans dan Pajari tampaknya berani mengambil risiko. Sore ini akan menjadi ujian apakah strategi berani itu terbayar atau justru menjadi bumerang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!