Dua pembalap veteran asal Spanyol, Carlos Sainz dan Fernando Alonso, dipastikan memulai Sprint GP Belanda dari jalur pit setelah tim masing-masing melakukan perubahan set-up besar-besaran. Keputusan ini diambil menyusul hasil buruk di Sprint Shootout Jumat lalu, di mana keduanya gagal melaju melewati SQ1.
Alonso finis di posisi terakhir (22) dengan selisih setengah detik dari Sergio Perez yang berada di urutan 21. Sementara Sainz hanya mampu menempati posisi ke-18 setelah nyaris saja lolos ke SQ2. Performa yang mengecewakan ini memaksa Aston Martin dan Williams untuk mengutak-atik mobil demi mencari performa yang lebih baik di balapan sprint.
Dengan start dari pit lane, kedua tim tidak punya banyak pilihan selain menjadikan sprint sebagai sesi pengumpulan data. Target utama mereka adalah meningkatkan performa untuk sisa akhir pekan. Namun, ada kabar baik dari kubu Aston Martin: masalah yang dialami Alonso pada AMR26 saat menggunakan mode straight-line di kualifikasi telah teratasi. Tim bermarkas di Silverstone itu yakin perubahan set-up yang dilakukan sudah menyelesaikan masalah tersebut.

Momen ini datang di akhir pekan yang krusial bagi Aston Martin dan Honda. Honda memperkenalkan upgrade mesin besar-besaran untuk membantu tim yang sedang kesulitan di musim ini. Paket power unit baru itu diharapkan memberi dorongan signifikan bagi Alonso dan rekan setimnya, Lance Stroll, untuk bersaing lebih dekat di tengah ketatnya persaingan di lini tengah.
Situasi ini tentu menjadi ujian mental bagi kedua pembalap, terutama Alonso yang mengincar poin perdana musim ini. Namun, dengan perubahan set-up yang menjanjikan, siapa tahu mereka bisa tampil mengejutkan di Zandvoort.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!