Kalle Rovanpera akhirnya angkat bicara soal masa depannya. Pembalap Finlandia yang sensasional meninggalkan Kejuaraan Dunia Reli (WRC) di akhir musim lalu demi mengejar mimpi baru di balap sirkuit itu menegaskan bahwa ia masih ingin berkarier di lintasan aspal, bukan kembali ke WRC.
Rovanpera, yang didukung penuh oleh Toyota, seharusnya turun di ajang Super Formula Jepang tahun ini. Namun, masalah kesehatan memaksanya absen sepanjang musim. Kini, setelah pulih, ia kembali menggeber mobil dan baru-baru ini tampil dalam aksi demonstrasi di stage Harju, Rally Finland, bersama co-driver lamanya, Jonne Halttunen.
Pembalap berjuluk "The Flying Finn" itu mengaku semua opsi masih terbuka. Yang jelas, ia akan berbicara dengan Toyota terlebih dahulu untuk menentukan langkah selanjutnya. "Sekarang semuanya terbuka, kita lihat ke mana arahnya. Berikutnya saya akan bicara dengan Toyota untuk memahami apa yang mereka inginkan dan melihat apakah itu cocok dengan ide saya," ujarnya kepada Motorsport aktuell.

Menurut Rovanpera, balap single-seater tetap menjadi tujuan utamanya. "Saya tidak suka menyerah, jadi itu tentu saja masih masuk daftar teratas saya. Saya juga tidak semakin muda," katanya. "Semuanya berjalan cukup cepat bagi saya di kategori junior single-seater. Pertanyaan lainnya adalah apakah Toyota ingin kita mencoba lagi bersama."
Di sisi lain, ia tidak melihat kembali ke WRC sebagai pilihan yang menarik. Musim yang panjang, persiapan tanpa henti, dan akhir pekan reli yang intensif tidak terlalu menarik baginya, meski ia masih suka mengemudikan mobil reli. Opsi lain yang menggiurkan adalah balap ketahanan atau GT. Pada 2024, Rovanpera sukses di Porsche Carrera Cup Benelux dengan Porsche 911 GT3.
Veteran jurnalis reli, Reiner Kuhn, sempat bertanya apakah Rovanpera tertarik membalap di Nurburgring Nordschleife dengan mobil GT3 atau GT4. "Pastinya. Itu pasti cocok untuk saya," jawab Rovanpera. "GT4 lebih untuk pembalap yang naik kelas, jadi bukan tipe saya. Saya mengemudi dengan mesin yang lebih serius di drifting. Tapi GT3 dan Nordschleife – itu akan menjadi sesuatu. Seperti banyak orang lain, saya sudah beberapa kali melahap lap di sana saat sesi publik."
Menariknya, Nurburgring 24 Jam tahun ini diikuti oleh superstar F1 Max Verstappen dengan Mercedes-AMG GT3 Evo, sementara mantan rekan setim Rovanpera di Toyota, Sebastien Ogier, hadir sebagai penonton. Ogier pun tertarik pada balap sirkuit. Bukan tidak mungkin keduanya suatu hari membentuk tim sendiri untuk berlaga di Nurburgring dengan mobil GT3. "Itu ide bagus, tapi keputusannya bukan di tangan saya. Mobil GT3 mungkin yang paling dekat dengan mobil Rally1 di aspal. Saya pasti ikut – dan saya pikir Seb juga," pungkas Rovanpera.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!