Di markas besar Maranello, berminggu-minggu sebelum Circuit de Barcelona-Catalunya menjadi tuan rumah ajang Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA WEC, Ferrari 499P wujud sebagai sebuah mahakarya hipotesis murni yang dirakit dari tumpukan data dan kebutuhan teknis kompleks.
Giuliano Salvi selaku Endurance Race Team & Track Operations Manager menjelaskan bahwa proses awal ini dinamakan fase 'Build', di mana seluruh departemen mengumpulkan berbagai masukan penting untuk merancang mobil virtual yang nantinya sanggup melaju kencang hingga kecepatan 300 kilometer per jam di atas aspal sirkuit.
Proses krusial berikutnya melibatkan simulasi offline murni yang mengandalkan hukum fisika tanpa kehadiran pembalap di kokpit, sebelum akhirnya menginjak tahap Driver-in-the-loop yang krusial untuk menguji karakter pengendalian kendaraan secara nyata di lintasan.

Tantangan terbesar tentu terletak pada bagaimana memadukan gaya balap tiga pembalap sekaligus dalam satu mobil, seperti kombinasi tangguh di nomor 50 yang dihuni oleh Antonio Fuoco, Miguel Molina, dan Nicklas Nielsen demi mencari kompromi setelan terbaik.
Menurut Giuliano Salvi, kunci utama kesuksesan di lintasan ketahanan adalah kepercayaan penuh antara tim dan para pembalap, terutama ketika menghadapi situasi genting di tengah balapan yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh kru di garasi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!