Manajemen puncak Honda Racing Corporation mengalami perombakan besar menyusul pengumuman mundurnya CEO Koji Watanabe yang efektif berlaku mulai 1 Januari mendatang. Posisi kepemimpinan tertinggi pabrikan asal Jepang ini nantinya akan diteruskan oleh veteran internal berdedikasi panjang, yakni Keiichi Yasuda, yang telah mengabdi selama puluhan tahun untuk membawa arah baru kompetisi balap global.
Koji Watanabe yang pertama kali memegang kendali komando kepemimpinan sejak tahun 2022 memutuskan untuk pensiun dari jabatannya setelah mengawal berbagai program balap penting perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, pabrikan asal Jepang ini kembali secara penuh ke ajang Formula 1 melalui kemitraan suplai unit daya eksklusif bersama Aston Martin, sebuah proyek ambisius yang dalam perjalanannya diwarnai berbagai tantangan teknis sejak sesi pengujian pramusim.
Kendati menghadapi awal musim yang cukup pelik dan kerap menempatkan tim yang berbasis di Silverstone tersebut di barisan belakang grid, kedua belah pihak terus berupaya keras merumuskan solusi efektif. Kerja keras kolektif tersebut mulai membuahkan hasil positif di atas lintasan, yang dibuktikan secara nyata melalui performa impresif Fernando Alonso saat sukses mengamankan finis di posisi kedelapan pada seri balapan Grand Prix Bahrain.

Menanggapi masa transisi kepemimpinan ini, Koji Watanabe menyampaikan rasa bangganya atas kesempatan memimpin divisi balap bersama rekan-rekan setim yang luar biasa. Ia menegaskan komitmen penuhnya untuk mendedikasikan sisa masa jabatannya dalam mendulang hasil terbaik hingga akhir masa baktinya. "Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat melayani sebagai presiden HRC bersama rekan-rekan yang luar biasa," ujar Watanabe. "Untuk sisa tiga bulan masa kepresidenan saya, saya akan terus melakukan yang terbaik, mengincar kemenangan hingga akhir."
Sementara itu, calon CEO baru Keiichi Yasuda yang telah malang melintang bersama pabrikan selama 36 tahun dan menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif HRC sejak tahun ini, menyatakan siap mengemban misi besar untuk memperkuat fondasi organisasi. Dengan pengalaman manajerial luas yang dimilikinya, Yasuda bertekad menyatukan seluruh elemen tim demi mengejar satu tujuan utama di kancah balap internasional. "Saya menganggap adalah misi saya untuk dengan teguh mewarisi fondasi kokoh yang dibangun oleh Watanabe, mengembangkannya lebih jauh, menyatukan vektor semua orang menuju satu tujuan tunggal untuk menang dalam balapan, dan membuat HRC semakin kuat," tutur Yasuda.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!