Satu tahun lalu, Francesco Bagnaia merayakan kemenangan gemilang ganda di Motegi yang menjadi satu-satunya sapu bersih akhir pekannya musim itu. Namun, cerita berbeda tersaji pada balapan pendek akhir pekan ini di mana sang pembalap harus rela mengakhiri lomba lebih cepat akibat masalah teknis yang mendera.
Pembalap andalan pabrikan Borgo Panigale tersebut mengungkapkan bahwa getaran parah pada ban belakang menjadi dalang utama kegagalannya. Masalah pelik ini mulai terasa ketika balapan menyisakan separuh putaran dan kian memburuk di tiap tikungan, membuatnya terpaksa masuk garasi.
Padahal, akhir pekan ini berjalan kontras dengan rekan setimnya, Marc Marquez, yang melenggang mulus mendominasi jalannya balapan. Di sisi lain, Bagnaia sempat menunjukkan progres positif dibanding sesi latihan hari Jumat meski masih terkendala masalah cengkeraman ban.

Gagal menembus Q2 setelah melebar di tikungan pamungkas kualifikasi, sang juara bertahan harus memulai lomba dari barisan tengah. Ia sempat merangsek naik dan berpotensi memperebutkan posisi kesembilan sebelum vibrasi destruktif menghancurkan peluangnya.
Dilansir dari Crash.net, Bagnaia kini harus bersiap menghadapi balapan utama hari Minggu dari grid ke-13. Evaluasi mendalam terkait masalah ban belakang menjadi pekerjaan rumah krusial bagi krunya untuk menemukan solusi instan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!