Jelang Grand Prix Meksiko 2026, pembalap Oscar Piastri secara terbuka mengakui bahwa timnya berada di posisi tertinggal dalam persaingan ketat konstruktor melawan Red Bull. Sang juara bertahan konstruktor ini tiba di akhir pekan balap dengan perolehan 355 poin yang setara dengan Red Bull, namun harus puas berada di peringkat keempat berdasarkan penghitungan finis, di mana Red Bull memegang empat kali posisi kedua berbanding dua milik McLaren.
Meskipun secara matematis telah tersingkir dari peregutan gelar juara bertahan menyusul Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan lalu, McLaren kini memusatkan seluruh fokusnya untuk mengamankan posisi ketiga klasemen akhir. Namun, Piastri tidak menutup mata bahwa rival terdekatnya saat ini memiliki keunggulan performa murni yang membuat tantangan semakin berat di atas lintasan.
"Anda hanya harus terus berjuang," ujar Piastri menggambarkan mentalitas skuad Woking menghadapi sisa musim. "Saya pikir saat ini, kami tahu kami tidak konsisten kompetitif seperti Red Bull. Tetapi kami masih terus menambahkan performa pada mobil. Dan ada banyak hal yang bisa terjadi."

Lebih lanjut, pembalap asal Australia tersebut menyoroti faktor keandalan teknis yang kerap menjadi drama sepanjang musim 2026 ini, membuka peluang terjadinya kejutan di sisa kalender balap. "Keandalan telah menjadi topik besar tahun ini, jadi masih ada banyak cara keadaan bisa berbalik. Tetapi jelas pada performa murni, kami harus membuat beberapa langkah maju. Dan kami masih memiliki beberapa hal yang akan datang pada mobil yang semoga akan membantu hal itu. Namun saya pikir bagi kami ini akan menjadi tantangan besar untuk tetap berada di depan Red Bull. Tapi kami selalu siap untuk itu," tambahnya.
Sementara itu, rekan setimnya yakni Lando Norris turut memberikan pembelaan terhadap progres pengembangan tim sepanjang musim 2026, kendati mereka sempat kehilangan ground dari para pesaing utama di grid Formula 1. Norris menyebut bahwa karakteristik mobil seringkali sangat sulit dikendalikan sepanjang tahun ini.
"Mobil ini terasa mengerikan dan sulit dikendarai sepanjang musim, hanya saja tim-tim lain telah membawa jauh lebih banyak pembaruan sejak saat itu dan meningkat jauh lebih pesat dari yang kami lakukan. Tidak lebih dari itu," ungkap Norris blak-blakan. "Tim tetap melakukan pekerjaan dengan baik, mengingat kami tertinggal hampir satu setengah detik di awal tahun, satu detik tertinggal. Fakta bahwa kami bahkan hampir memenangkan tiga balapan adalah sebuah pencapaian yang cukup besar tersendiri."
Bagi Piastri sendiri, akhir pekan di Autodromo Hermanos Rodriguez di Meksiko menyajikan kesempatan emas untuk mengakhiri rentetan hasil buruk yang tengah melanda. Sang pembalap kini telah melewati 14 balapan beruntun tanpa finis di podium, di mana kegagalan meraih tiga besar akhir pekan ini akan menyamai rekor paceklik terpanjang dalam kariernya yaitu 15 balapan yang dicatatkan pada 15 start pertamanya di musim 2023.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!