SPONSORED

Miller Tegas Soal Masa Depan: Tak Mau di Tempat yang Tak Menginginkannya

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Miller Tegas Soal Masa Depan: Tak Mau di Tempat yang Tak Menginginkannya TO NEWS OVERVIEW
Miller Tegas Soal Masa Depan: Tak Mau di Tempat yang Tak Menginginkannya

Jack Miller kembali jadi sorotan usai balapan di Silverstone. Bukan cuma karena finis ke-13, tapi pernyataannya soal masa depan yang cukup gamblang. Pembalap asal Australia itu mengaku tak ingin bertahan di tempat yang tidak menginginkannya—sebuah sinyal yang langsung memicu perbincangan di paddock.

Dalam wawancara usai balapan, Jack Miller mengaku sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya tetap jauh dari harapan. “Hari ini saya sudah memberikan segalanya, dan sayangnya itu hanya cukup untuk posisi ke-13. Fabio dan saya lagi-lagi balapan bersama sepanjang race. Itu level kami saat ini, sayang sekali,” ujarnya.

Miller juga menjelaskan betapa sulitnya bertarung dengan pembalap depan ketika motor tidak punya ritme yang cukup. “Kami mencoba melawan mereka, tapi hanya bisa bertahan beberapa lap. Ada titik di mana risiko yang harus diambil—entah di pengereman atau keluar tikungan—mulai berdampak negatif di paruh kedua balapan. Tidak bisa dihindari,” tambahnya.

Pol Espargaro: Ducati Will Be 'Crazy' Fast in 2027 MotoGP Era
Read AlsoPol Espargaro: Ducati Will Be 'Crazy' Fast in 2027 MotoGP Era

Dengan jeda dua pekan sebelum Aragon, Miller berharap timnya bisa menemukan sesuatu. “Kami punya waktu istirahat, semoga bisa meningkatkan performa untuk balapan berikutnya,” katanya.

ADVERTISEMENT

Saat ditanya soal masa depannya, Miller tidak main-main. “Saya tidak sakit hati. Saya punya karier yang bagus, dan jika mereka tidak bisa melihat nilai saya, tidak masalah. Saya merasa saya aset berharga untuk tim mana pun, di kejuaraan mana pun. Saya tidak mau berada di tempat yang tidak menginginkan saya, jadi saya akan pergi dan berharap bisa melakukan sesuatu di tempat yang benar-benar menginginkan saya.”

Dia juga mengomentari kondisi trek Silverstone yang licin dan sulitnya mengelola ban. “Semua orang pakai ban medium, tapi di balapan panjang seperti Silverstone tahun ini, menjaga ban tetap terkendali itu sangat sulit. Terlihat dari banyaknya crash,” jelas Miller.

Miller menyebut tujuh atau delapan lap terakhir terasa mengerikan. “Semua orang berhati-hati banget biar nggak jatuh, tapi tetap saja, lap-lap terakhir itu nggak enak sama sekali,” katanya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Miller memberikan pujian kepada Raul Fernandez yang tampil impresif. “Mereka sangat baik dalam manajemen ban, seperti yang sudah terlihat di berbagai trek. Di Argentina misalnya, mereka selalu unggul dalam hal ini. Tahun ini mereka benar-benar bisa merakit semuanya dengan baik,” tutup Miller.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU