Dunia balap ketahanan dunia kehilangan salah satu figur paling konsisten dan dihormati ketika Mike Conway secara resmi mengumumkan keputusannya untuk gantung helm dan pensiun dari dunia balap penuh di ajang FIA World Endurance Championship (WEC) pada akhir musim ini. Keputusan besar ini menandai akhir dari era keemasan bagi pembalap Inggris tersebut, yang telah menorehkan tinta emas di berbagai kejuaraan balap internasional bergengsi selama lebih dari dua dekade penuh dedikasi, kecepatan, dan ketahanan luar biasa di atas lintasan.
Perjalanan karier balap Conway dimulai dari bawah, merintis sukses di ajang Formula 3 Eropa sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas sebagai pembalap penguji untuk tim Honda Racing F1 pada musim 2007 dan 2008 sembari tetap aktif bersaing di kancah GP2 yang sangat kompetitif. Tak berhenti di situ, ia kemudian menyeberang ke Amerika Serikat pada tahun 2008 untuk mencicipi ajang IndyCar, yang membawanya meraih kursi tetap bersama Dreyer & Reinbold Racing dan mengoleksi total empat kemenangan dari lima musim perjalanannya di balap roda terbuka Amerika Utara tersebut.
Titik balik terbesar dalam karier profesionalnya terjadi pada tahun 2013 ketika ia melakukan debut balap mobil sport bersama G-Drive Racing di kategori LMP2 WEC. Penampilan impresif dengan menyabet empat kemenangan dari delapan putaran langsung menarik perhatian pabrikan raksasa Toyota Racing, yang kemudian merekrutnya untuk menjadi bagian dari program LMP1 mereka. Bersama pabrikan asal Jepang tersebut, ia menjelma menjadi salah satu pembalap paling tangguh dan sukses di era modern WEC.

Sebagai andalan di kokpit mobil nomor #7, ia sukses mengukir sejarah manis dengan merengkuh dua gelar juara dunia WEC pada musim 2019-2020 dan 2021, serta mendampingi Kamui Kobayashi dan Jose Maria Lopez untuk meraih kemenangan keseluruhan yang sangat diidam-idamkan di ajang legendaris 24 Jam Le Mans pada tahun 2021. Kombinasi kecepatan murni dan manajemen ban yang konsisten menjadikannya pilar utama dalam mendominasi kejuaraan ketahanan dunia.
Refleksi mendalam atas perjalanan panjangnya disampaikan langsung oleh sang juara dunia melalui pernyataan resmi penutup kariernya. “Ini adalah perjalanan yang luar biasa, dan saya tidak akan menukarnya dengan apapun di dunia ini. Saya sangat bangga dengan karier yang telah saya jalani, dan sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya sepanjang jalan,” ungkap Conway mengenang awal mula kecintaannya pada dunia balap sejak sang ayah membawanya ke trek karting lokal saat usianya baru menginjak delapan tahun.
Keputusan untuk mundur dari kancah balap profesional diambil setelah melalui pertimbangan matang usai meraih berbagai pencapaian tertinggi di dunia motorsport. “Memutuskan untuk mundur dari balap penuh bukanlah hal yang mudah, tetapi setelah memenangkan Le Mans untuk kedua kalinya tahun ini, rasanya ini adalah momen yang tepat untuk menutup babak ini dan fokus pada keluarga saya. Keluar dengan dua kemenangan Le Mans, dua gelar dunia, dan sebagai pembalap Inggris paling sukses dalam sejarah kejuaraan adalah sesuatu yang sangat saya banggakan,” tutupnya penuh haru.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!