Dominasi mutlak yang ditunjukkan oleh Max Verstappen di Sirkuit Marina Bay pada Formula 1 2026 ternyata diwarnai oleh drama teknis yang tidak biasa di dalam kokpit. Pembalap andalan Red Bull Racing tersebut terpaksa harus berkomunikasi menggunakan sistem sandi rahasia dengan insinyur balapnya akibat gangguan radio yang melanda sepanjang balapan akhir pekan.
Masalah komunikasi ini bermula ketika perangkat radio milik sang juara dunia empat kali tidak berfungsi secara optimal. Meskipun ia masih bisa mendengar instruksi dari pitwall, setiap kali ia mencoba memberikan respons, suara yang dihasilkan sama sekali tidak dapat dipahami oleh tim.
"Mungkin GP senang karena radio itu tidak berfungsi! Saya tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia sempat mencoba menanyakan beberapa hal dengan kode, dan saya rasa dia mengerti betul apa yang saya maksud atau apa yang tidak saya inginkan," ujar Verstappen sambil tersaur dalam sesi konferensi pers pasca-balapan.

Situasi pelik tersebut memaksa Gianpiero Lambiase memutar otak untuk mendapatkan masukan krusial dari pembalapnya. Menjelang fase akhir balapan, sang insinyur meminta Verstappen untuk tetap diam jika berniat melakukan pit stop tambahan saat periode safety car, serta menekan tombol radio apabila ia memilih untuk mempertahankan posisi di lintasan.
Di luar kendala komunikasi yang menegangkan tersebut, akhir pekan di Singapura menjadi sebuah pencapaian bersejarah bagi skuad berbasis di Milton Keynes. Keberhasilan menyapu bersih kemenangan di Marina Bay sekaligus memecahkan kutukan masa lalu Red Bull di trek jalan raya Asia Tenggara ini, memperkuat posisi mereka di barisan depan klasemen musim 2026.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!