Maverick Vinales akhirnya buka suara mengenai situasi yang membuat masa depannya di MotoGP berada dalam ketidakpastian. Dalam wawancara dengan DAZN Espana, Vinales mengungkap bahwa dirinya sempat terikat kontrak hingga Juli sebelum kemudian diberi tahu bahwa ia tidak lagi memiliki tempat.
Situasi tersebut membuat Vinales berada dalam posisi yang sulit. Ia mengaku sudah menandatangani kontrak, tetapi kemudian justru diberi tahu bahwa dirinya tidak lagi masuk dalam rencana untuk musim berikutnya.
“Pada akhirnya, mereka mengontrak saya sampai Juli, seperti yang kalian tahu. Saya menandatangani kontrak dan kemudian mereka memberi tahu saya bahwa saya keluar. Jadi, mereka membiarkan saya dalam limbo dan tidak ada lagi yang bisa saya lakukan,” ujar Vinales dalam wawancara dengan DAZN Espana.


Ketidakpastian tersebut juga datang ketika Vinales masih menjalani proses pemulihan cedera pada lengannya. Setelah meninggalkan Sachsenring, ia tidak langsung kembali mengendarai motor, awalnya untuk menghindari peradangan pada lengan.
Vinales juga mengungkap bahwa operasi kembali sempat menjadi opsi setelah Sachsenring. Namun, ia dengan tegas menolaknya karena sebelumnya sudah menjalani dua operasi pada lengannya dan tidak ingin kembali menghabiskan waktu sekitar enam bulan untuk proses pemulihan.
“Informasi pertama yang saya terima setelah Sachsenring adalah harus menjalani operasi. Saya bilang, saya tidak mau operasi. Saya sudah menjalani dua operasi lengan dan harus menghabiskan enam bulan lagi untuk memulihkan lengan, hanya untuk kemudian mereka meninggalkan saya tanpa kursi tahun depan,” kata Vinales.
Menurut Vinales, operasi akhirnya tidak menjadi pilihan. Ia memilih menjalani perawatan alternatif karena merasa masih dapat menjalani kehidupan normal dan kondisi lengannya terus membaik seiring waktu.
“Saya bilang kepada mereka, ‘Saya tidak akan menjalani operasi, tidak mungkin. Selain itu, saya bisa menjalani kehidupan normal, saya baik-baik saja, dan lengan ini akan pulih seiring waktu.’ Jadi, operasi bukan pilihan bagi saya,” tuturnya.
Vinales kemudian menjalani perawatan yang disebutnya sebagai PRP. Ia mengatakan kondisi lengannya memang terus membaik, tetapi prosesnya berjalan sangat lambat dan bisa kembali mundur ketika lengan tersebut mendapat beban berat.
Karena itu, tes di Austria menjadi penting bagi Vinales. Ia ingin mengetahui apakah lengannya mampu menerima beban kembali mengendarai motor setelah cukup lama tidak beraksi. Hasilnya memberikan respons positif.
“Sangat penting bagi saya untuk memahami di Austria apakah itu akan menjadi hukuman bagi lengan saya, apakah lengan saya bisa menerimanya, dan ternyata bisa menerimanya dengan baik,” jelas Vinales.
Vinales mengakui bahwa ia masih ingin terus balapan di MotoGP dan percaya dirinya masih mampu tampil cepat. Namun, persoalan utamanya bukan lagi sekadar keinginan untuk membalap, melainkan ketersediaan kursi.
“Saya suka balapan dan saya suka balapan di MotoGP, dan saya yakin saya akan cepat. Maksud saya, saya tidak punya keraguan mengenai itu. Tidak ada tempat, jadi tidak ada yang bisa saya lakukan,” ujar Vinales.
Vinales juga menegaskan bahwa ia tidak ingin menghabiskan enam bulan lagi untuk memulihkan lengannya melalui operasi ketika masa depannya di MotoGP sendiri belum memberikan kepastian. Untuk saat ini, ia memilih terus memantau perkembangan kondisi fisiknya sambil menghadapi ketidakpastian mengenai musim berikutnya.
Sumber: DAZN Espana



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!