Reli Kroasia yang selama ini dikenal sebagai salah satu seri paling menantang dan memikat dalam kalender World Rally Championship (WRC) kini menghadapi ancaman nyata terkait eksistensinya di masa depan. Ajang balap bergengsi yang sukses menarik minat ribuan pengunjung serta mendulang pujian dari para pembalap dunia berkat karakter lintasan aspalnya yang tidak terduga dan bervariasi, tampaknya harus bersiap mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar setianya di kawasan Balkan tersebut setelah kontrak saat ini berakhir.
Kepastian mengenai penyelenggaraan ajang ini sebenarnya masih aman untuk jangka pendek, di mana Daniel Saskin selaku ketua panitia pelaksana Croatia Rally mengonfirmasi bahwa ajang tersebut dipastikan tetap akan kembali digelar pada musim mendatang. Berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani sejak 2024 lalu, persiapan intensif terus digeber oleh pihak panitia agar balapan dapat berlangsung secara optimal pada tanggal 8 hingga 11 April yang akan datang. Meskipun demikian, awan gelap mulai menyelimuti prospek jangka panjang dari event internasional ini.
Kendati pihak promotor kejuaraan maupun Federation Internationale de l'Automobile (FIA) sama-sama menunjukkan ketertarikan kuat untuk mempertahankan Kroasia tetap berada di dalam kalender kejuaraan dunia, kendala besar justru muncul dari kurangnya kejelasan birokrasi lokal. Panitia pelaksana mengaku sangat menyayangkan sikap pemerintah setempat karena hingga detik ini belum kunjung memberikan kepastian tertulis apa pun dari Kementerian Pariwisata dan Olahraga mengenai kelanjutan nasib ajang tersebut untuk periode 2028 hingga 2030 mendatang.

Sebagai bentuk transparansi dan upaya mempertahankan dukungan finansial, panitia penyelenggara telah membeberkan data ekonomi yang masif guna membuktikan seberapa besar nilai keuntungan yang berhasil ditarik oleh negara melalui investasi dalam penyelenggaraan WRC. Berdasarkan hasil studi independen dari Fakultas Ekonomi, ajang reli dunia ini tercatat telah menyumbangkan pemasukan langsung ke anggaran negara sebesar 100 juta euro terhitung sejak tahun 2021. Tidak hanya itu, eksposur media internasional yang didapatkan oleh negara tersebut ditaksir memiliki nilai fantastis melebihi 2 miliar euro, dengan siaran televisi yang telah menjangkau hingga 165 negara di seluruh dunia.
Dengan kebutuhan anggaran penyelenggaraan berkisar antara 3 juta hingga 4 juta euro di mana porsi pendanaan negara menanggung sekitar 40 hingga 50 persen dari total keseluruhan, panitia jelas tidak sanggup menutupi biaya operasional yang masif tersebut tanpa sokongan penuh dari pemerintah Kroasia. Menanggapi situasi pelik ini, Menteri Pariwisata dan Olahraga Tonci Glavina menyatakan bahwa pihaknya masih terus menjalin komunikasi serta diskusi terkait kelayakan investasi proyek pariwisata yang mendatangkan pelancong di luar musim puncak liburan. Namun, dengan semakin tipisnya batas waktu penantian bagi panitia, kekhawatiran terbesar kini menjadi kenyataan bahwa musim 2027 berpotensi menjadi penampilan pamungkas bagi deretan mobil reli top dunia di jalanan aspal Kroasia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!