Marco Bezzecchi kembali menunjukkan ketangguhannya di atas lintasan. Pembalap asal Rimini ini sukses mengamankan posisi ketiga pada balapan utama MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, akhir pekan kemarin. Meski peluangnya dalam memburu gelar juara dunia mulai menipis, hasil podium ini tetap menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi kubu pabrikan Noale.
Hasil manis tersebut sekaligus menjadi obat penebus kekecewaan setelah hasil kurang memuaskan dalam sesi Sprint sehari sebelumnya. Memulai balapan dengan determinasi tinggi, Bezzecchi harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan posisi podium dari gempuran pembalap lain yang tampil sangat kompetitif di paruh kedua lomba.
Pertarungan paling mendebarkan tersaji menjelang lap-lap akhir ketika Enea Bastianini datang melesat dengan kecepatan luar biasa. Bezzecchi mengakui bahwa dirinya sempat dibuat kewalahan melihat catatan waktu sang rival yang terus memangkas jarak dua persepuluh detik setiap putuannya. Beruntung, ia mampu menjaga konsistensi ritme hingga bendera finis berkibar.

Pada awal balapan, Bezzecchi sempat mencoba mengejar duo terdepan yang dihuni oleh Marc Marquez dan Jorge Martin. Namun, kendala pada sektor pengereman membuatnya harus sedikit mengerem ambisi agar ban tidak mengalami overheating akibat terlalu agresif membuka gas.
Refleksi mendalam juga diungkapkan oleh sang pembalap terkait performanya paruh musim ini. Ia mengakui bahwa sisa-sisa cedera dari insiden di Sachsenring masih memengaruhi kemampuannya untuk langsung tampil cepat sejak sesi latihan pertama seperti di awal musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!