Charles Leclerc buka suara soal keputusannya tidak meniru gaya mengemudi Lewis Hamilton saat kesulitan mengeluarkan potensi maksimal dari mobil Ferrari SF-26 di era regulasi baru Formula 1 2026.
Regulasi anyar F1 2026 memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pembalap, termasuk Leclerc. Setelah musim lalu tampil dominan atas Hamilton, duel internal di Ferrari musim ini jauh lebih berimbang. Leclerc sempat kesulitan, terutama di seri Kanada, Monako, dan Barcelona, di mana ia hanya mencetak 16 poin sementara Hamilton mengumpulkan 64 poin.
Dalam podcast Beyond The Grid, Leclerc mengungkapkan bahwa ada "sesuatu yang sangat sulit dihadapi pada mobil" saat periode terberatnya. Puncaknya adalah crash misterius di kandang sendiri, Monako, yang ia kaitkan dengan masalah pada pemasok rem Brembo.

"Ketika segalanya tidak berjalan baik, seperti di Montreal dan Monako, ini bukan hanya soal hasil," ujar Leclerc. "Yang terpenting bagi saya adalah ketika masuk ke mobil, saya mendapat feeling yang tepat dan tahu bisa melakukan pekerjaan dengan baik secara natural tanpa overthinking."
Leclerc mengakui bahwa saat dua balapan beruntun terasa berat, ada dua opsi: mencari solusi setup agar cocok dengan gaya alaminya, atau mengubah gaya mengemudi. Namun, meniru gaya Hamilton bukanlah pilihan yang mudah. "Saya punya Lewis sebagai rekan setim, yang sedang dalam performa luar biasa. Saya tahu gaya mengemudinya berhasil. Tapi mencoba mereproduksi gaya mengemudi tidak semudah itu. Lewis adalah pembalap yang sangat berbakat dan memiliki gaya alami yang menjadi miliknya, dan dia yang terbaik di dunia untuk itu," jelas Leclerc.
Meski demikian, Leclerc menegaskan bahwa ia tetap fokus pada feeling alaminya. "Barcelona lebih baik. Di kualifikasi saya memang mendorong terlalu jauh, itu murni kesalahan saya. Tapi feeling-nya ada. Ketika feeling ada, saya lebih percaya diri," tambahnya.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Leclerc bertekad untuk bangkit dan memberikan performa terbaik bagi Ferrari. Duel internal dengan Hamilton pun diprediksi akan semakin sengit, terutama saat balapan-balapan Eropa nanti.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!