SPONSORED

Lawson Ungkap Momen Red Bull Hubungi Dia untuk Gantikan Hadjar

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Lawson Ungkap Momen Red Bull Hubungi Dia untuk Gantikan Hadjar TO NEWS OVERVIEW
Lawson is back in Red Bull colours this weekend

Liam Lawson mengungkap momen mengejutkan ketika Red Bull menghubunginya untuk kembali naik kelas ke tim utama pada Grand Prix Belanda. Pembalap asal Selandia Baru berusia 24 tahun itu dipanggil mendadak untuk menggantikan Isack Hadjar yang mengalami cedera pergelangan tangan saat libur musim panas F1.

Kabar itu datang hanya beberapa hari sebelum balapan di Zandvoort, tepatnya pada hari Senin. Lawson mengaku baru saja mendarat di Inggris setelah liburan dan mengira akan bersiap untuk balapan bersama Racing Bulls, tim saudara Red Bull. Namun, telepon dari Alan Permane, sporting director Red Bull, mengubah segalanya.

"Saya baru saja mendarat, bahkan belum turun dari pesawat," kata Lawson. "Saya datang dari liburan dan mendarat di Inggris untuk persiapan VCARB. Alan menelepon dan memberitahu apa yang terjadi. Jadi minggu saya berubah dengan cepat."

Ferrari Targets Revenge on McLaren at Zandvoort, Rain Threat Looms
Read AlsoFerrari Targets Revenge on McLaren at Zandvoort, Rain Threat Looms

Dengan pemberitahuan yang sangat singkat, Lawson hanya sempat menjalani satu sesi simulasi bersama Red Bull sebelum langsung diterjunkan ke sirkuit. Meski demikian, ia mencoba memanfaatkan pengalaman berharganya di F1, termasuk momen debutnya yang juga terjadi di Zandvoort pada 2023 lalu, saat menggantikan Daniel Ricciardo yang patah tangan.

ADVERTISEMENT

"Ini situasi yang unik, mencoba memaksimalkan satu akhir pekan," ujarnya. "Saya sudah banyak belajar sejak saat itu. Sirkuit ini sulit, cuaca juga akan menarik. Kita lihat saja."

Lawson juga menegaskan bahwa ia tidak memikirkan kursi tetap Red Bull untuk musim depan. Fokusnya saat ini adalah memberikan performa terbaik di akhir pekan ini, sekaligus tetap memantau perjuangannya di kejuaraan lain. "Ini peluang besar, tapi saya juga punya kejuaraan yang sedang saya fokuskan," tambahnya.

Format akhir pekan sprint tentu menambah tantangan tersendiri bagi Lawson. Namun, ia mengaku pengalaman sulit di masa lalu justru membuatnya lebih siap menghadapi situasi seperti ini. "Saya pernah mengalami akhir pekan yang sangat berat di F1, termasuk tiga tahun lalu di Zandvoort. Saya berharap ini tidak lebih berat dari itu," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU