Pembalap Jack Miller secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap rencana perubahan format akhir pekan MotoGP yang rencananya akan mulai diberlakukan pada musim 2027 mendatang. Berbicara di hadapan para awak media saat sesi jumpa pers menjelang akhir pekan balap di Pertamina Mandalika International Circuit, pembalap asal Australia ini menyoroti berbagai aspek perombakan jadwal, mulai dari pemangkasan waktu latihan bebas hingga penghapusan sesi pemanasan atau warm-up yang biasa digelar pada Minggu pagi.
Perubahan besar yang diumumkan oleh promotor kejuaraan memang menjanjikan dinamika baru, termasuk sesi kualifikasi terpisah untuk balapan Sprint pada Jumat sore serta prosedur penentuan grid baru untuk balapan utama Grand Prix. Namun, Jack Miller menilai bahwa seluruh penyesuaian radikal ini lebih banyak didorong oleh kepentingan para pabrikan yang ingin membatasi jarak tempuh mesin dan efisiensi logistik ketimbang memikirkan esensi sejati dari olahraga balap motor paling bergengsi di dunia ini.
Dalam pandangannya, para petinggi kejuaraan terkadang mulai melupakan elemen paling krusial yang mendatangkan para penonton ke sirkuit maupun depan layar kaca. Menurutnya, daya tarik utama dari ajang balap roda dua ini murni terletak pada aksi para pembalap di atas lintasan. Dilansir dari RaceSport, ia secara tegas mengingatkan bahwa esensi hiburan sesungguhnya adalah aksi adu cepat para pembalap di atas lintasan aspal, bukan berbagai macam acara seremonial atau gimik di luar balapan yang kerap mendapat porsi perhatian lebih besar.

Lebih lanjut, Jack Miller juga memaparkan kekhawatirannya dari sudut pandang teknis serta keselamatan berkendara di lintasan. Pengurangan durasi latihan secara signifikan dikhawatirkan tidak akan menurunkan tingkat agresivitas para pembalap saat memacu kuda besi mereka, melainkan justru memaksa mereka langsung mengambil risiko tinggi sejak detik pertama motor keluar dari garasi pit. Tanpa waktu yang memadai untuk membersihkan permukaan trek dan menemukan setelan optimal pada motor, potensi insiden berbahaya dinilai akan meningkat drastis pada sesi-sesi awal.
Kritik paling keras dari Jack Miller ditujukan pada keputusan mencoret sesi pemanasan Minggu pagi yang selama ini menjadi ritual penting bagi para kru mekanik dan pembalap untuk melakukan pemeriksaan akhir sebelum lampu start utama dipadamkan. Rencana penggantian sesi tersebut dengan durasi sepuluh menit khusus putaran pengenalan dinilai sama sekali tidak memadai untuk menjinakkan tenaga buas motor kelas utama. Ia bahkan mengaku telah menyampaikan keberatan langsung tersebut kepada petinggi Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, demi memperjuangkan kebutuhan teknis yang krusial bagi keselamatan seluruh pembalap.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!